Example floating
Example floating
News

DPRD Singkawang Apresiasi MATakin Kalbar: Keberagaman dan Gotong Royong Jadi Kekuatan Kalbar Hadapi Kabut Asap

47
×

DPRD Singkawang Apresiasi MATakin Kalbar: Keberagaman dan Gotong Royong Jadi Kekuatan Kalbar Hadapi Kabut Asap

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
  1. DPRD Singkawang Apresiasi MATakin Kalbar: Keberagaman dan Gotong Royong Jadi Kekuatan Kalbar Hadapi Kabut Asa

Mitratnipolri.id. Pontianak, Kalbar. — Semangat keberagaman dan kerukunan antarumat beragama kembali mendapat apresiasi dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Nabi Kongzi ke-2.577 yang diselenggarakan oleh Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (MATakin) Kalimantan Barat di Pontianak.

Anggota DPRD Kota Singkawang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Messy Tandora, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, peringatan keagamaan tidak hanya menjadi momentum bagi umat Khonghucu, tetapi juga dapat menjadi ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan dan toleransi masyarakat Kalimantan Barat.

Example 300x600

Messy menilai keterlibatan masyarakat dari berbagai latar belakang agama dalam kegiatan tersebut merupakan gambaran nyata bahwa keberagaman bukan penghalang untuk membangun persatuan. Sebaliknya, keberagaman dapat menjadi kekuatan apabila dijaga melalui sikap saling menghormati, bergandengan tangan, serta membangun kepedulian terhadap sesama.

«“Kami mengucapkan selamat atas terselenggaranya acara memperingati Hari Ulang Tahun Nabi Kongzi ke-2.577 yang diselenggarakan oleh MATakin Kalbar. Kami sangat mengapresiasi karena dengan terselenggaranya acara ini kita semuanya dapat saling berbaur,” ujar Messy Tandora.»

Menurutnya, kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan umat Khonghucu, tetapi juga masyarakat dari berbagai agama yang ada di Kalimantan Barat.

Hal tersebut, kata dia, menjadi contoh nyata bahwa kehidupan masyarakat yang majemuk dapat berjalan harmonis apabila seluruh elemen masyarakat memiliki komitmen untuk menjaga toleransi dan kerukunan.

«“Bukan hanya dari umat yang beragama Khonghucu, tetapi dari seluruh umat yang ada di Kalimantan Barat. Ini menjadi contoh nyata bagaimana keberagaman itu adalah kekuatan untuk kita semua di Kalimantan Barat,” katanya.»

Kerukunan Dinilai Menjadi Modal Penting Kalbar

Messy menegaskan, keberagaman yang dimiliki Kalimantan Barat merupakan aset sosial yang harus dirawat bersama. Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan kondisi sosial yang aman, harmonis, dan kondusif.

Ia mengapresiasi peran umat Khonghucu yang dinilainya turut membangun komunikasi dan kebersamaan dengan umat beragama lainnya.

Kebersamaan tersebut dinilai penting untuk memperkuat budaya gotong royong sekaligus mencegah munculnya sekat-sekat sosial di tengah masyarakat.

«“Semua ini tidak lepas dari peran serta umat Khonghucu yang bersama-sama menggandeng umat dari berbagai agama lainnya untuk menjaga keharmonisan, gotong royong, dan juga kerukunan,” tuturnya.»

Atas terselenggaranya kegiatan tersebut, Messy menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada MATakin Kalimantan Barat serta seluruh pihak yang terlibat.

Ia berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan tersebut tidak berhenti pada momentum perayaan, tetapi dapat terus diwujudkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

«“Dari Kota Singkawang, khususnya dari DPRD Kota Singkawang, kami mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya acara ini,” ujarnya.»

Bergandengan Tangan Menjaga Keharmonisan

Lebih lanjut, Messy mengajak seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk terus bergandengan tangan menjaga keharmonisan dan kerukunan.

Menurutnya, perbedaan agama, suku, maupun latar belakang sosial seharusnya tidak menjadi alasan untuk terpecah. Justru perbedaan tersebut harus dikelola menjadi kekuatan bersama dalam membangun daerah.

«“Kita harus saling bergandengan tangan untuk menjaga keharmonisan ini agar seluruh masyarakat dapat saling menjaga kerukunan dan keharmonisan,” tegasnya.»

Ia berharap kondisi sosial yang harmonis dapat menjadi salah satu fondasi bagi Kalimantan Barat untuk terus maju dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Doakan Kabut Asap dan Karhutla Segera Reda

Dalam kesempatan tersebut, Messy juga menyinggung kondisi kabut asap yang dalam beberapa waktu terakhir dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Ia berharap titik-titik api yang masih ada dapat segera ditangani dan dipadamkan sehingga kualitas udara kembali membaik dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Messy mengungkapkan rasa syukur karena sejumlah titik api disebut mulai mereda. Namun, ia mengingatkan bahwa masih terdapat titik lain yang membutuhkan penanganan.

«“Melalui kegiatan ini kita juga berdoa supaya kabut asap yang beberapa hari belakangan terakhir terjadi dapat segera reda. Kita bersyukur mungkin berbagai titik sudah mulai reda untuk titik api kebakaran, tetapi masih ada beberapa titik lainnya yang masih belum padam,” katanya.»

Ia berharap seluruh pihak terus bekerja sama dalam menangani kondisi tersebut agar kabut asap tidak semakin meluas dan masyarakat dapat kembali menikmati langit yang cerah.

«“Kita berharap semuanya dapat terlaksana dengan baik, berbagai titik kebakaran dapat segera padam, sehingga Kalimantan Barat, khususnya Pontianak dan sekitarnya, dapat segera kembali cerah dan seluruh masyarakat dapat melaksanakan aktivitas sebagaimana mestinya,” ujarnya.»

Apresiasi Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat

Selain persoalan kabut asap dan kebakaran, Messy juga memberikan perhatian terhadap persoalan kebutuhan air bersih yang dirasakan masyarakat akibat kondisi lingkungan dan cuaca dalam beberapa bulan terakhir.

Ia mengapresiasi berbagai bentuk kepedulian sosial yang dilakukan organisasi dan lembaga keagamaan untuk membantu masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyinggung aksi sosial pembagian air bersih yang dilakukan melalui jaringan Bakti Suci, yang menurut informasi yang diterimanya telah menyalurkan sekitar 15.000 liter air bersih kepada masyarakat.

Bantuan tersebut dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, khususnya ketika sebagian wilayah menghadapi keterbatasan pasokan air bersih.

«“Saya mendengar tadi bahwa sudah dilakukan pembagian 15.000 liter air bersih kepada masyarakat. Ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat baik untuk membantu masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya,” ungkapnya.»

Menurut Messy, kepedulian sosial semacam itu menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dapat menjadi titik temu di tengah keberagaman agama dan latar belakang masyarakat.

Baginya, menjaga kerukunan bukan hanya dilakukan melalui pernyataan atau seremoni, tetapi juga melalui tindakan nyata, termasuk membantu masyarakat ketika menghadapi kesulitan.

Keberagaman Harus Menjadi Kekuatan

Messy kembali menegaskan bahwa Kalimantan Barat memiliki masyarakat yang sangat beragam. Karena itu, menjaga toleransi dan kerukunan merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Ia berharap berbagai kegiatan lintas agama dan aksi sosial dapat terus dilakukan sebagai sarana memperkuat persaudaraan, membangun kepedulian, serta menjaga suasana daerah tetap aman dan kondusif.

“Kerukunan bukan sekadar slogan. Kerukunan harus diwujudkan melalui kebersamaan, gotong royong, saling menghormati, dan kepedulian terhadap sesama,” tegasnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memecah belah kehidupan sosial.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, ia berharap Kalimantan Barat dapat terus berkembang sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, keberagaman, gotong royong, serta kesejahteraan masyarakat.

“Salam sehat dan semangat selalu untuk semuanya,” pungkas Messy Tandora.

ASDI AS SE

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News

KUR BANK KALBAR DIDUGA BERMASALAH. PRAKTISI HUKUM MINTA…