MASYARAKAT SAMBUT ANTUSIAS PEMBUKAAN FESTIVAL RENTAK KAPUAS . PLT KADISDIKBUD KALBAR SYARIEF FAISAL : MUSEUM TEMPAT AKAR BUDAYA KIT
Pelita Khatulistiwa News, Pontianak, Kalbar.– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat melalui UPT Taman Budaya memusatkan gelaran Festival Rentak Kapuas dan Pekan Museum di Halaman Rumah Radakng, Pontianak.
Acara yang berlangsung pada 8–10 Oktober 2026 ini diselenggarakan sebagai wadah untuk mengenalkan kembali sejarah dan melestarikan kekayaan budaya Kalimantan Barat kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam rangkaian pembukaannya, festival ini menyajikan berbagai pameran kebudayaan, eksibisi seni rupa karya seniman lokal, pameran koleksi museum, hingga pertunjukan seni musik dan tari tradisional.
Selain itu, momen ini juga dirangkaikan dengan launching logo baru UPT Taman Budaya Provinsi Kalimantan Barat.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Syarif Faisal Indahmawan Alkadrie, S.STP., M.M., kepada awak media Kamis 8/10/2026 menjelaskan bahwa kegiatan ini menggabungkan nilai edukasi sejarah museum dengan kreativitas seniman daerah yang mengangkat penceritaan masa lalu.
“Kita gabungkan acara ini untuk mengenalkan atau mengingatkan kembali bahwa sejarah Kalimantan Barat dalam bentuk benda-benda museum dan pameran seniman dapat membangkitkan memori kita tentang masa lalu, seperti cerita kehidupan sungai, sarang burung enggang, hingga jamban zaman dulu,” ujar Syarif Faisal di Rumah Radakng.
Beliau menekankan bahwa bagi para pelajar dan generasi muda, seluruh rangkaian kegiatan di Rentak Kapuas Festival menjadi media pembelajaran visual yang efektif untuk memahami perjalanan peradaban daerahnya.
Menanggapi keberadaan museum dan pameran budaya di era modern, Syarif Faisal menegaskan bahwa museum bukan sekadar tempat penyimpanan barang antik, melainkan pengingat identitas bangsa.
“Museum menjadi pengingat bahwa inilah akar budaya kita, inilah asal-muasal kita. Harapan kita, anak-anak dan generasi muda Kalbar bisa mengambil nilai sejarah ini untuk menciptakan inovasi dan kreasi baru tanpa melupakan akar budaya Kalimantan Barat,” tuturnya.
Asdi AS SE

















