PW MPI KALBAR RESMI DILANTIK, RIA NORSAN TEKANKAN KEKOMPAKAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKA
Mitratnipolri.id. Pontianak, Kalbar.— Pengurus Wilayah Matahari Pagi Indonesia (MPI) Provinsi Kalimantan Barat resmi dilantik dalam kegiatan yang berlangsung di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat. Momentum ini menjadi langkah awal bagi kepengurusan daerah untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas kontribusi sosial bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, Ketua Majelis Pertimbangan MPI Wilayah Kalimantan Barat, Daud Yordan, Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia sekaligus unsur Majelis Pertimbangan Pengurus Besar MPI, serta Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Barat, H. Kamaludin, M.Pd. Hadir pula sejumlah anggota DPRD Kalimantan Barat, pengurus MPI, tokoh masyarakat, dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus MPI Kalbar yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu membangun organisasi yang solid, menjaga kebersamaan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, kekompakan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan serta kemajuan organisasi. Perbedaan pandangan, kata dia, hendaknya diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat agar tidak berkembang menjadi persoalan yang menghambat pelaksanaan program.
“Apabila ada perselisihan, yang besar dikecilkan dan yang kecil diselesaikan melalui musyawarah dan mufakat. Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan apabila kita mau bermusyawarah,” demikian pesan Gubernur dalam sambutannya.
Gubernur Ajak MPI Bersinergi Membangun Kalimantan Barat
Ria Norsan juga mengajak MPI Kalimantan Barat membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menekankan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki ruang untuk berkontribusi melalui kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai program yang selaras dengan kebutuhan daerah.
Gubernur turut menyinggung filosofi nama Matahari Pagi Indonesia. Menurutnya, matahari pagi melambangkan energi, harapan, dan manfaat. Filosofi tersebut diharapkan tercermin dalam setiap gerakan organisasi, sehingga keberadaan MPI tidak hanya terlihat dari struktur kepengurusan, tetapi juga dari kegiatan nyata yang dirasakan masyarakat.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari pelantikan dan pembentukan struktur. Konsistensi menjalankan program, menjaga integritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat menjadi bagian penting dari tanggung jawab pengurus.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Tekankan Filosofi Matahari Pagi
Dalam pidatonya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia yang juga menjadi bagian dari Majelis Pertimbangan Pengurus Besar MPI menjelaskan filosofi pembentukan Matahari Pagi Indonesia.
Ia menuturkan bahwa nama Matahari Pagi berangkat dari kebiasaan para pendiri yang kerap mengadakan pertemuan pada pagi hari, bahkan setelah waktu Subuh. Dari kebiasaan tersebut, lahir gagasan menjadikan matahari pagi sebagai simbol semangat, energi, dan kebermanfaatan.
Menurutnya, filosofi tersebut harus diwujudkan melalui tindakan yang memberikan kebaikan kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang.
Ia juga mengaitkan semangat MPI dengan prinsip fastabiqul khairat, yakni berlomba-lomba dalam kebaikan. Setiap anggota dan pengurus diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik sesuai kapasitas masing-masing, baik untuk masyarakat, lingkungan, maupun komunitas di sekitarnya.
Dalam arahannya, ia turut mendorong pengurus MPI Kalbar agar bekerja secara terarah, membangun organisasi yang kuat, dan menyelaraskan program daerah dengan agenda organisasi di tingkat pusat.
Pesan tersebut menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan perlu memiliki orientasi yang jelas: tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi bergerak melalui program yang terukur, berkelanjutan, dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Ageng Novly Satriadi Siapkan Program Sosial di Daerah
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah MPI Kalimantan Barat yang baru dilantik, Ageng Novly Satriadi, menyampaikan bahwa pihaknya akan melanjutkan konsolidasi organisasi dan menyusun langkah kerja setelah pelantikan.
Ia mengatakan, sejumlah kegiatan sosial telah dilakukan oleh anggota MPI Kalbar sebelum pelantikan. Di antaranya keterlibatan dalam membantu masyarakat ketika terjadi kebakaran hutan dan lahan serta pembagian air kepada warga saat musim kemarau di Pontianak.
Menurut Ageng, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian yang dapat dimulai dari langkah sederhana. Ia menilai organisasi harus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi situasi yang membutuhkan bantuan dan dukungan bersama.
Ke depan, MPI Kalbar akan melakukan penataan struktur kepengurusan, memperkuat koordinasi, serta mempersiapkan pembentukan kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota sesuai arahan organisasi.
Ageng juga menyampaikan bahwa MPI terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung dan berkontribusi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa fokus organisasi adalah menjalankan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dalam keterangannya, Ageng menyebut kepengurusan Kalbar saat ini memiliki 54 anggota atau unsur kepengurusan yang telah terdata. Organisasi juga berencana menyiapkan sekretariat tersendiri guna mendukung koordinasi dan pelaksanaan kegiatan.
Program Nasional Akan Diselaraskan dengan Kebutuhan Daerah
Dalam kegiatan tersebut, turut disampaikan rencana pelaksanaan sejumlah program sosial yang menjadi bagian dari agenda MPI di tingkat pusat, termasuk program bantuan dan pelayanan kepada masyarakat.
Pengurus daerah diharapkan dapat mempersiapkan diri agar program-program tersebut dapat dijalankan secara terkoordinasi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kalimantan Barat.
Namun, pelaksanaan setiap program tetap membutuhkan perencanaan, kesiapan sumber daya, pembagian tanggung jawab, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Dengan demikian, rencana yang disampaikan dalam pelantikan dapat diterjemahkan menjadi kegiatan nyata yang memiliki manfaat terukur.
Bagi MPI Kalbar, tantangan setelah pelantikan adalah memastikan organisasi mampu bergerak secara konsisten. Konsolidasi internal perlu berjalan beriringan dengan pemetaan kebutuhan masyarakat agar program yang dijalankan tidak sekadar bersifat seremonial.
Momentum Pelantikan Menjadi Awal Pengabdian
Pelantikan Pengurus Wilayah Matahari Pagi Indonesia Kalimantan Barat diharapkan menjadi awal penguatan peran organisasi dalam kehidupan sosial masyarakat.
Pesan Gubernur mengenai kekompakan dan sinergi dengan pemerintah daerah, serta arahan dari unsur pimpinan MPI pusat mengenai semangat kebermanfaatan, menjadi landasan bagi pengurus baru dalam menjalankan amanah organisasi.
Ke depan, masyarakat akan menantikan bagaimana komitmen tersebut diwujudkan melalui program yang nyata, terbuka, dan berkelanjutan. Konsistensi dalam membantu masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan membangun kerja sama akan menjadi bagian penting dalam perjalanan MPI Kalbar.
Dengan semangat Matahari Pagi Indonesia, pengurus baru diharapkan mampu menjadikan organisasi sebagai ruang kolaborasi dan pengabdian, sekaligus menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat Kalimantan Barat.
Asdi AS SE

















