Example floating
Example floating
JakartaKabar Pemilu 2024NasionalNews

Saut Situmorang: Selamat Datang Gubernur Baru DKI Jakarta

2864
×

Saut Situmorang: Selamat Datang Gubernur Baru DKI Jakarta

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Mitratnipolri.id || Jakarta – Pasangan Calon nomor urut 3, Mas Pram-Bang Doel, mendeklarasikan kemenangan di Pilkada DKI Jakarta 2024.

Pramono mengatakan rekapitulasi internal telah mencapai 100 persen formulir C1 hasil KWK pada hari Kamis (28/11/2024) dengan perolehan suara sebanyak 2.183.577 atau 50.07 persen untuk pasangan Mas Pram-Bang Doel.

Example 300x600

“Untuk itu, kami bisa menyampaikan bahwa pasangan calon nomor 3 Mas Pram-Bang Doel telah memenangkan kontestasi Pilgub DKI Jakarta dalam 1 putaran dengan perolehan 50, 07 persen”, ujar Pramono.

Pramono menjelaskan, hasil ini sudah sesuai dengan UU Nomor 29 Tahun 2007 dan juga dengan UU DKJ Nomor 2 Tahun 2024, dimana Gubernur dan Wakil Gubernur DKJ dipilih secara langsung dengan perolehan 50 persen suara plus 1 suara.

“Tentu kita semua menunggu pengumuman resmi hasil rekapitulasi manual dari KPUD Jakarta sebagai penyelenggara Pilkada”, katanya.

Saut Situmorang, Pimpinan KPK Tahun 2015-2019, juga memberikan tanggapan mengenai Pilkada DKI Jakarta 2024.

“Harus diakui penduduk Jakarta lebih banyak yang lebih baik dibanding daerah lain, dari sisi logika nalar dan argumentasi politiknya”, ujar Saut Situmorang.

Menurut Saut Situmorang, selain penduduk Jakarta mengalami situasi yang memungkinkan, mereka tidak takut diancam-ancam atau ditakut-takuti.

“Atau dipanggil-panggil oknum, disandera dengan sejumlah daftar dosa masa lalu bagi pegawai pemerintah dari tingkat propinsi sampai desa”, tambahnya.

Lebih lanjut Saut Situmorang mengatakan, kondisi harus diciptakan pada masa-masa yang akan datang. Terutama politik uang, kita harus menghukum pemberi dan penerima uang yang sudah diatur oleh UU.

“Tinggal melaksanakan saja. Jadi tidak ada alasan lapangan “yang becek” tidak bisa diatasi. Bahkan lalu sebagian dari kita baik kontestan dan pemilih menikmati beceknya lapangan itu untuk kemenangan kontestasi”, imbuhnya.

“Ini tidak boleh dibiarkan pada Pilkada dan Pemilu-Pemilu yang akan datang dengan memilih model pilkada di Jakarta”, ungkapnya.

(Red)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *