*HALAL BIHALAL MOMENTUM KONSOLIDASI, RIA NORSAN SERUKAN IKA STM /SMK PONTIANAK UNTUK BANGUN KALBAR*
Mitratnipolri.id. Pontianak, Kalbar. – Suasana hangat, penuh nostalgia, sekaligus sarat makna mewarnai pertemuan lintas generasi alumni STM Transisi, STM Negeri 2, hingga SMK Negeri 4 Pontianak. Momentum silaturahmi ini tidak sekadar temu kangen, tetapi menjelma menjadi panggung konsolidasi gagasan dan komitmen untuk masa depan pembangunan daerah.
Kehadiran Ria Norsan, yang juga merupakan bagian dari keluarga besar alumni, menjadi magnet utama dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kekuatan alumni bukan hanya terletak pada jumlah, tetapi pada solidaritas dan konsistensi menjaga nilai kebersamaan.
“Silaturahmi ini jangan sampai terputus. STM itu dikenal kompak dan solid, dan itu harus terus dijaga. Jangan hilang oleh waktu,” tegasnya di hadapan para alumni di Pendopo Kalbar, Sabtu 25/4/2026.
*Solidaritas yang Teruji, Modal Sosial yang Nyata*
Norsan mengingatkan bahwa identitas alumni STM/SMK sudah lama melekat di tengah masyarakat sebagai simbol kekompakan dan kekuatan kolektif.
Ia menilai, nilai tersebut adalah modal sosial yang sangat penting dalam mendorong kemajuan daerah.
Menurutnya, jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor—mulai dari teknisi, pengusaha, birokrat, hingga profesional—merupakan potensi besar yang harus diorganisir dan diarahkan untuk kepentingan pembangunan Kalimantan Barat.
“Kita punya kemampuan di bidang masing-masing. Kalau disatukan, ini jadi kekuatan besar untuk membangun Kalbar,” ujarnya.
*IKA: Dari Silaturahmi Menuju Kontribusi Nyata*
Ketua Ikatan Alumni (IKA), Ratnawati,S.T. menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari strategi memperkuat peran alumni dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Ia menekankan bahwa IKA ingin bergerak lebih jauh, tidak hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah.
“Kami ingin bersinergi dengan pemerintah daerah. Tapi bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kontribusi nyata sesuai kompetensi masing-masing,” ujarnya.
Ratnawati juga menegaskan pentingnya menjaga etika dan integritas dalam hubungan antara alumni dan pemerintah, agar kolaborasi yang terbangun tetap profesional dan berdampak positif.
*Sejarah Panjang, Jaringan Kuat*
IKA STM/SMK Pontianak memiliki akar sejarah yang panjang. Dimulai dari STM Transisi yang berdiri pada 1974 dan meluluskan angkatan pertama pada 1977, hingga kini terus melahirkan generasi alumni lintas zaman.
Rentang waktu hampir lima dekade ini menciptakan jaringan alumni yang luas dan berpengaruh, yang jika dikelola dengan baik dapat menjadi kekuatan strategis bagi daerah.
*Halal Bihalal Jadi Momentum Konsolidasi*
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan agenda Halal Bihalal yang akan digelar di Pendopo Gubernur Kalbar. Acara tersebut diproyeksikan menjadi titik temu lintas angkatan sekaligus ruang konsolidasi ide dan kolaborasi.
Selain silaturahmi, kegiatan akan diisi dengan tausiah, santunan, serta diskusi ringan antaralumni yang membuka peluang sinergi di berbagai sektor.
*Lebih dari Sekadar Kenangan*
Pertemuan ini menegaskan satu hal penting: alumni bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang masa depan. Kebersamaan yang terbangun sejak bangku sekolah kini bertransformasi menjadi kekuatan sosial yang relevan dalam menjawab tantangan zaman.
*Pesan yang mengemuka jelas : solidaritas harus dijaga, jaringan harus diperkuat, dan kontribusi harus nyata.*
“STM bukan hanya identitas, tapi kekuatan. Jika tetap kompak, kita bisa jadi bagian penting dalam membangun Kalimantan Barat yang lebih maju,” pungkas Norsan.
(Tim Redaksi)

















