*OSO Buka Bimteknas Partai Hanura di Pontianak Tegaskan 525 Legislator Hanura Tampil Terdepan Pembela Rakyat*
Mitratnipolri. id. Pontianak, Kalbar.- Ketua mum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), secara resmi membuka Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) bagi anggota DPRD Fraksi Hanura se-Indonesia di Novotel Gajahmada, Pontianak, Kalimantan Barat, pada Jumat, 1 Mei 2026 malam.
Momentum pembukaan ini ditandai dengan tabuhan gong oleh Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra.
OESMAN Sapta Odang (OSO) hadir secara resmi membuka Bimbingan Teknis Nasional (Bimteknas) bagi anggota DPRD Fraksi Hanura se-Indonesia di Novotel Gajahmada, Pontianak pada Jumat 1 Mei 2025.
Dalam orasi politiknya, OSO membakar semangat 525 legislator Hanura untuk tampil sebagai garda terdepan pembela rakyat. Ia menegaskan, kemajuan suatu daerah tak diukur dari kuantitas anggota dewan, melainkan dari kualitas gagasan dan keberanian mereka.
“Mulai detik ini, Saudara harus berkualitas dan bernyali. Berani menegakkan keadilan, menjunjung tinggi kejujuran, serta tak gentar mengoreksi jalannya roda pemerintahan daerah demi kemakmuran rakyat,” katanya.
Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI periode 2017–2019 ini turut menyentil fenomena legislatif yang kerap mandul dalam menjalankan fungsi pengawasan. OSO tak menampik masih adanya wakil rakyat yang pasif dan gagal mengartikulasikan aspirasi konstituennya secara optimal.
“Banyak yang duduk sebagai anggota dewan, tetapi minim kontribusi. Bahkan, sekadar menyuarakan nuraninya pun tidak mampu,” kata OSO.
Realitas minor itu, lanjutnya, memicu Partai Hanura untuk bermanuver mengubah arah haluan lewat tagline baru yang menitikberatkan pada keberpihakan kedaerahan. Setiap kader di legislatif memikul tanggung jawab moral yang melekat erat dengan daerah pemilihannya (dapil) masing-masing.
Menurut OSO, keberpihakan tersebut harus diejawantahkan melalui langkah konkret: menggenjot roda ekonomi, membuka keran lapangan kerja, hingga memperkukuh kemandirian daerah.
“Hanya Saudara yang bisa membela daerah sendiri. Tidak mungkin daerah lain sudi membela kita. Oleh karena itu, mandat dari rakyat harus dijawab dengan perjuangan untuk kesejahteraan daerah,” tuturnya.
Asdi AS SE

















