Example floating
Example floating
News

Kesederhanaan yang Bicara: Advokat Papan Atas dan Wartawan Berdialog di Warkop Asiang*

24
×

Kesederhanaan yang Bicara: Advokat Papan Atas dan Wartawan Berdialog di Warkop Asiang*

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
  • *Kesederhanaan yang Bicara: Advokat Papan Atas dan Wartawan Berdialog di Warkop Asiang*

Mitratnipolri .id.. Pontianak, Kalbar..– Di tengah hiruk-pikuk dunia hukum dan media yang kerap dipenuhi tensi dan kepentingan, sebuah pertemuan santai justru menghadirkan potret berbeda. Bertempat di Warkop Asiang, ruang publik sederhana yang telah lama menjadi ikon diskusi terbuka, sejumlah wartawan dan seorang advokat ternama duduk bersama tanpa sekat—membicarakan hal-hal yang jauh dari formalitas.

Sosok advokat kondang, H. Daniel Edward Tangkau, S.H., yang dikenal luas di Kalimantan Barat, tampak membaur tanpa jarak. Tidak ada atribut kemewahan, tidak ada gestur eksklusif—yang terlihat justru kesederhanaan dan keterbukaan dalam berdialog.

Example 300x600

Pertemuan ini mempertemukan dua profesi strategis: jurnalis sebagai penyampai informasi publik dan advokat sebagai pembela keadilan. Namun alih-alih membahas perkara hukum berat atau isu sensitif, diskusi justru mengalir pada persoalan nyata yang tengah dihadapi masyarakat—terutama dampak efisiensi terhadap pelaku UMKM dan dunia usaha.

Beberapa nama wartawan yang hadir di antaranya Fredy Legito, Riska Arabia Wulandari, Reza Pahlevi, Sri Novianti, Hasikin, Zhan Zhenta, Asdi AS, Imas, hingga Saipul. Mereka duduk setara, tanpa sekat jabatan, tanpa tekanan agenda.

Salah satu wartawan, Asdi, mengungkapkan kesan berbeda terhadap sosok Daniel Tangkau yang selama ini dikenal sebagai pengacara papan atas.

> “Ternyata berbeda dari yang saya bayangkan. Sederhana, akrab, tapi tetap berwibawa. Sosok seperti ini justru lebih mudah membangun empati,” ujarnya.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Dalam suasana santai, Daniel Tangkau menunjukkan sisi humanis yang jarang terekspos di ruang-ruang formal. Ia lebih banyak mendengar, sesekali menanggapi dengan sudut pandang yang tajam namun tetap membumi.

Yang menarik, pertemuan ini tidak menghasilkan headline sensasional atau pernyataan kontroversial. Namun justru di situlah letak nilainya—dialog yang jujur, reflektif, dan jauh dari kepentingan pencitraan.

Di tengah kondisi ekonomi yang menuntut efisiensi di berbagai sektor, diskusi ringan tersebut menyentuh realitas bahwa kebijakan seringkali berdampak langsung pada pelaku usaha kecil. Dari warung kopi sederhana, lahir percakapan yang lebih relevan dibanding banyak forum resmi.

Fenomena ini menjadi pengingat: ruang publik seperti warung kopi bukan sekadar tempat bersantai, tetapi juga wadah bertemunya gagasan, kritik, dan empati lintas profesi.

Di Warkop Asiang, batas antara advokat dan wartawan seolah mencair. Yang tersisa hanyalah satu kesamaan: kepedulian terhadap realitas sosial yang sedang dihadapi masyarakat.

Dan mungkin, justru dari meja kopi sederhana inilah, percakapan yang lebih jujur tentang negeri ini bisa terus tumbuh.

Asdi AS SE

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *