Example floating
Example floating
NasionalNewsSemarangUncategorized

Komunitas Women’s International Club (WIC) Semarang Adakan Pengabdian Masyarakat di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Semarang

62
×

Komunitas Women’s International Club (WIC) Semarang Adakan Pengabdian Masyarakat di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Semarang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Mitratnipolri.id|Semarang-Komunitas Women’s International Club (WIC) Semarang mengadakan kegiatan Pengabdian Masyarakat dalam aksi sosial kunjungan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Semarang.

WIC Semarang didirikan oleh Gubernur Jawa Tengah (1974-1982) Kardinah Soepardjo Rustam pada 12 November 1975.

WIC memiliki anggota aktif sekitar 70-an orang yang dipimpin oleh Presiden WIC Christine Leksono.

Koordinator Social Welfare WIC Semarang, Karnace Sitompul, menegaskan bahwa segmen kegiatan komunitas adalah pengabdian masyarakat, aksi sosial, mandiri, dan tidak memiliki kepentingan politis.

“Kunjungan di lapas Semarang ini bagian dari aksi sosial yang didanai oleh member fee pribadi. Sangat bergantung pada kemurahan hati anggota memberikan kontribusi” tegas Karnice.

Kegiatan ini bertujuan memberikan perhatian, dorongan, dan motivasi agar penghuni lapas yang menjalani masa binaan, senantiasa dalam penyertaan Tuhan dan mempunyai harapan sesuatu yang lebih baik pada hari mendatang.

“Kami berharap bahwa dengan motivasi yang disampaikan akan memberikan pencerahan dan harapan. Kami percaya masa lalu adalah pembelajaran dan masa depan adalah harapan. Semoga kunjungan dan sinergi yang terjalin hari ini dapat memberikan manfaat khususnya dalam mendukung proses reintegrasi sosial warga binaan kembali ke masyarakat” lanjut Karnice.

Rangkaian acara kunjungan ini dibuka oleh Kalapas Semarang Dharmalingganawati dilanjutkan dialog interaktif dan dinamika dengan penguni lapas.

Kasi Binadik Tetty Ernawati Siahaan proaktif mendukung acara ini dan mengenalkan tamu WIC ke aneka kegiatan pemberdayaan penghuni lapas. Di antaranya ada pengembangan keterampilan menjahit, membatik, pembuatan produk kerajinan tangan, dan makanan olahan.

Kunjungan ini turut dihadiri oleh Pembina Yayasan Cahaya Sinar Abadi (Hanara), pendiri LBH Rantai Keadilan Indonesia (RaKeSia) Romauli Situmorang yang mendukung penuh semangat perlindungan dan pemberdayaan perempuan.

Anggota WIC antusias dalam mengikuti kunjungan ini. Produk kerajinan lapas digemari di antaranya membeli souvenir dan menikmati makanan olahan lapas.

Untuk diketahui, anggota WIC berasal dari latar belakang profesi bidang kesehatan, kedutaan, dan ekspatriat. Mereka menaruh perhatian serius pada bidang kesehatan.

“Dalam waktu dekat, kami akan mengadakan operasi bibir sumbing gratis di Pekalongan, terkonfirmasi ada 6 orang pasien. Di bidang kesehatan, kami juga menekankan perlunya pendampingan bagi ibu hamil muda untuk memastikan nutrisi bagi kandungan” kata Karnice menjelaskan agenda strategis WIC.

Red

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *