Example floating
Example floating
News

Masyarakat Geram!! Berikan Tindakan atau Kami masyarakat Bertindak

10772
×

Masyarakat Geram!! Berikan Tindakan atau Kami masyarakat Bertindak

Sebarkan artikel ini

Masyarakat Geram!! Berikan Tindakan atau Kami masyarakat Bertindak

Example 468x60

Mitratnipolri.id || Desa Buluh Cina- 25-07-2024. Perangkat desa, Masyarakat dan Ninik Mamak disertai awak media mendatangi resort Kawasan TWA Desa Buluh Cina dengan tujuan ingin mencari informasi dan melihat langsung Kawasan hutan TWA yang rambah oleh oknum Habib Rahman.

Saat dilokasi didapati hanya seorang petugas yang sedang menjaga Kawasan TWA. Dan Petugas tersebut Bernama Panggong Nasution. Perangkat desa yang diwakilkan oleh Bapak Khairunnas memulai diskusi dengan petugas tentang perkembangan kasus dan kondisi perambahan di kawasan.

Example 300x600

Berdasarkan Pengakuan Petugas beliau sudah lama bekerja disana sejak kepala resort Bapak Hendry tahun 2017.

Pertanyaan pertama dilontarkan terkait adanya alat yang masuk ke dalam Kawasan Hutan.

Petugas mengakui bahwa beliau mengetahui kasus tersebut namun merasa tidak pernah mendengar alat bekerja

“saya tau kasus nya, tapi saya tidak tau kalo adanya suara aktivitas alat karena di belakang (kawasan) ada PT”

Kepada awak media mitratnipolri.id petugas mengatakan bahwa sepanjang tahun 2022 hingga saat ini setiap kali patroli ke kawasan TWA, petugas tidak pernah melihat adanya pelaku perambahan. Berbeda dengan warga tempatan, yang hampir setiap hari melihat adanya pelaku perambahan di kawasan melakukan pekerjaan, seperti menyemprot kawasan.

“Adanya perbedaan ini, apakah ini ada indikasi bahwa jadwal petugas patroli lebih dulu di ketahui oleh perambah sehingga setiap petugas patroli petugas tidak pernah melihat adanya kegiatan perambahan tersebut sedangkan fakta dilapangan hingga hari ini hampir setiap hari masuk bibit sawit baru yang masih didalam polibet”.

Kepada awak media, petugas mengatakan bahwa perambahan tahun 2022 tersebut ia ketahui dan oleh petugas telah melaporkan kepada kepala resort desa saat itu, yaitu Muslino. Namun setelah pelaporan tersebut oleh karesort tidak ada memberikan intruksi atau atensi apapun untuk melakukan suatu tindakan dilapangan.

“Ya ada, saya laporkan ke pimpinan, setelah itu tidak ada perintah apa-apa. Intinya sudah saya laporkan, Pimpinan yang bertanggung jawab saat itu adalah pak muslino dan tidak ada arahan apapun setelah itu”. Harusnya ini pimpinan saya yang menjelaskan, supaya jelas semua. Karna saya cuma bertugas patroli dan gajah.

Awak media menanyakan kepada pimpinan siapa harusnya meminta keterangan lebih lanjut, oleh petugas berulang kali mengatakan kepada pimpinan dan kemudian barulah di katakan oleh petugas bahwa pimpinan yang dia maksud adalah kepala resort atas nama Modung.

“Pimpinan saya gak masuk karena sakit”

Oleh awak media menanyakan apakah karesort atas nama modung mengetahui latar belakang perkara ini? Disambung oleh Bapak Khairunnas bahwa karesort yang di maksud petugas itu baru 1 bulan bertugas di kawasan TWA. Dalam hal ini bisa dipastikan bahwa kemungkinan besar Kepala resort Modung tidak mengetahui Kasus ini.

Hasil dari pertemuan dengan petugas mendapat Kesimpulan bahwa masyarakat akan membantu petugas untuk mengamankan pelaku perambahan jika suatu hari nanti tertangkap tangan sedang melakukan perambahan. Setelah itu masyarakat akan melaporkan kepada Polhut untuk di proses secara hukum.

Masyarakat siap membantu petugas untuk melengkapi kekurangan personel dilapangan. Sekaligus ingin menilai sekaligus ingin tahu apakah pengamanan pelaku perambahan tersebut akan segera di proses oleh POLHUT atau hanya dibiarkan atau akan dilepaskan.

Masyarakat siap turun jika keadilan tidak ditegakkan.

“Kami akan melakukan penangkapan kepada pekerja pelaku perambahan dan mengamankannya lalu melaporkan ke POLHUT. Dari situ kita akan melihat akan di Proses atau tidak. Jika tidak, kami warga akan melakukan pengerusakan di wilayah yang masuk Kawasan perambahan. Siapa yang pertama akan di proses apakah saya ataukah pekerja yang kami amankan dilokasi” Tegas Bapak Khairunnas.

Harapan Masyarakat untuk dapat menjaga alam dan melestarikan nya, dan tugas itu di amanatkan kepada pemerintah. Namun dalam perkara ini pemerintah justru melakukan “Pembiaran”.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *