Mitratnipolri.id || Semarang – Penanganan laporan dugaan pencemaran nama baik yang ditangani oleh Tim I Unit Reskrim Polsek Semarang Utara sejak Juni 2025, memasuki koordinasi dengan Saksi Ahli Bahasa.
Hal ini disampaikan oleh IPTU Emut Suharsono, S.H., M.H., Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara melalui pesan whatsapp kepada pelapor Romauli Situmorang.
“Penanganan ini sangat lambat dan bertele-tele. Menanganani kasus dugaan pencemaran nama baik saja, kepolisian kita sangat lambat. Bagaimana dengan kasus pidana yang lain? Tapi kembali lagi, masak iya kepolisian kita tidak memiliki kemampuan untuk menangani dengan profesional dan cepat?”, ungkap Romauli Situmorang.
Ia juga menambahkan bahwa pengiriman SP2HP harus selalu melalui keaktifan pelapor untuk bertanya.
“Jika kita tidak menanyakan, SP2HP tidak kunjung tiba. Padahal seharusnya kan tidak seperti itu”, jelasnya.
Ia mengatakan saat ini bersama tim kuasa hukum menunggu perkembangan dari koordinasi penyidik dengan Saksi Ahli Bahasa.
“Kita terus mengikuti penanganan kasus ini ya, sambil kita juga mempersiapkan upaya ke Kompolnas RI atau Kabidpropam Polda Jateng dengan penangananan yang seperti ini. Sejak Mei 2025, sudah berjalan 8 bulan bahkan saksi-saksi yang hadir pada pertemuan di Kelurahan Bulu Lor saat kejadian juga sudah diperiksa semua”, imbuhnya.
Berdasarkan SP2HP yang diterima, Agus Riyanto, Lurah Bulu Lor juga telah diperiksa pada tanggal 17 Juli 2025.
Selain itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bulu Lor, Si Trantib Kecamatan Semarang Utara, Dua orang dari Satpol PP Kota Semarang, bahkan Supriyadi, adik terlapor juga telah diperiksa oleh Tim I Unit Reskrim Polsek Semarang Utara.
Kahar Muamalsyah, S.H., M.H., kuasa hukum menyampaikan bahwa unsur-unsur sudah terpenuhi, lalu apa lagi yang ditunggu oleh penyidik sehingga sangat lambat untuk menaikkan ke tahap selanjutnya.
“Kami koordinasi dengan Kanit Reskrim Polsek Semararang, beliau menyampaikan menunggu koordinasi jadwal dengan saksi Ahli Bahasa. Koordinasi awal, Ahli Bahasa mengatakan masuk ke pencemaran nama baik. Kita terus memantau penanganan di Polsek Semarang Utara”, katanya.
(Red)

















