Mitratnipolri.id || Siak — Siang itu, arus kendaraan di Jalan Baru arah Simpur, Desa Rempak, Kabupaten Siak, tampak biasa saja. Truk melintas, sepeda motor hilir mudik, tak ada yang mencurigakan. Namun di balik pintu sebuah gudang yang berdiri tak jauh dari jalan utama, aktivitas diduga ilegal terus berlangsung.28/12/2025
Gudang tersebut diduga menjadi tempat pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite. Bukan sekadar gudang penyimpanan, lokasi ini disebut-sebut telah lama berfungsi sebagai titik pengolahan sekaligus pusat distribusi BBM ilegal ke sejumlah pengecer di wilayah Siak dan sekitarnya.
Hasil penelusuran di lapangan pada Kamis (25/12/2025) mengungkap pemandangan yang tak lazim. Puluhan drum dan jerigen berisi minyak maupun masih kosong tersusun di dalam gudang. Sebagian tampak siap angkut, sebagian lain masih tertutup rapat.
Gudang tersebut diduga dimiliki oleh seorang pria berinisial YD. Meski aktivitasnya berlangsung terang-terangan, roda usaha di lokasi itu seolah berputar tanpa gangguan.
Dari informasi yang dihimpun, minyak yang diolah di gudang tersebut diduga berasal dari Sumatra Selatan. Pasokan minyak mentah disebut diangkut menggunakan kendaraan bermuatan besar, lalu masuk ke dalam gudang pada jam-jam tertentu.
Di tempat itulah, minyak mentah tersebut diduga diolah atau dicampur hingga menyerupai BBM jenis pertalite. Setelah itu, BBM hasil oplosan tidak langsung dijual ke konsumen, melainkan didistribusikan lebih dulu kepada para pengecer.
Seorang warga sekitar berinisial A, mengaku sudah lama mencurigai aktivitas di gudang tersebut. Ia kerap melihat kendaraan besar jenis cold diesel keluar-masuk lokasi.
“Mobil besar sering masuk ke situ, bang. Biasanya bawa minyak. Aktivitasnya bukan baru, sudah lama,” ujarnya kepada wartawan.
Pantauan media di lokasi memperlihatkan aktivitas distribusi yang cukup intens. Sejumlah orang datang silih berganti, sebagian menggunakan sepeda motor, sebagian lagi mobil pribadi. Mereka membawa pulang BBM dalam jerigen.
Satu unit mobil Avanza terlihat memuat puluhan jerigen BBM dari dalam gudang. Diduga kuat, muatan tersebut akan kembali disalurkan ke tingkat pengecer sebelum akhirnya sampai ke tangan masyarakat.
Di sekitar gudang, drum kosong dan jerigen berisi minyak berserakan. Pemandangan ini menguatkan dugaan bahwa tempat tersebut bukan hanya lokasi penyimpanan, tetapi juga jantung distribusi BBM ilegal.
Yang kemudian memunculkan tanda tanya besar adalah kelangsungan aktivitas gudang tersebut. Dengan skala yang tidak kecil, banyak pihak menilai mustahil jika aktivitas ini luput dari perhatian aparat.
“Kalau tidak ada yang tahu, rasanya sulit dipercaya. Lokasinya tidak jauh dari fasilitas aparat. Tapi sampai sekarang tetap berjalan,” ujar seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Meski isu setoran atau keterlibatan pihak tertentu kerap berembus di tengah masyarakat, hal tersebut tentu masih memerlukan pembuktian hukum yang sah.
Namun di balik dugaan praktik pengoplosan ini, tentu risiko besar mengintai masyarakat. BBM oplosan berpotensi merusak mesin kendaraan, meningkatkan emisi, hingga memicu kebakaran. Negara pun dirugikan karena distribusi BBM dilakukan di luar sistem resmi dan ketentuan yang berlaku.
Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun instansi terkait mengenai keberadaan dan aktivitas gudang tersebut.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan kebenaran informasi ini serta mengambil langkah tegas sesuai aturan yang berlaku.(red)

















