Example floating
Example floating
News

ANDI RAMLI DIKUKUHKAN MENJADI PANGLIMA BESAR PKSB

151
×

ANDI RAMLI DIKUKUHKAN MENJADI PANGLIMA BESAR PKSB

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

*ANDI RAMLI DIKUKUHKAN MENJADI PANGLIMA BESAR PKSB*

Example 300x600

*Di Usia 27 Tahun, PKSB Kalbar Siap Berkontribusi Nyata: Sejauh Mana Peran untuk Daerah?*

 

Mitratnipolri.id. Pontiianak, Kalbar. Ketua Umum PKSB Kalimantan Barat, Agus Sugianto, SH, MH, menegaskan bahwa pada usia 27 tahun, Persatuan Keturunan Suku Bugis (PKSB) telah memasuki fase kedewasaan organisasi. Pada tahap ini, PKSB dituntut tidak hanya menjaga eksistensi, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.

 

Agus menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi seluruh elemen kebugisan, mulai dari Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), pilar-pilar organisasi, hingga badan otonom (banom), untuk bersama-sama berperan aktif dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Kalimantan Barat.

 

“PKSB siap mendukung penuh program pemerintah, baik di bidang budaya, pembangunan, pendidikan, maupun kesehatan. Kami ingin Kalimantan Barat menjadi daerah yang maju, harmonis, dan berdaya saing, dengan masyarakat yang rukun dalam keberagaman,” ujar Agus.

 

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini PKSB telah terbentuk di 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat, didukung oleh puluhan pengurus aktif. Ke depan, PKSB berkomitmen menjadikan kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai agenda rutin organisasi, sebagai wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat.

 

Pada kesempatan yang sama, PKSB secara resmi melantik Andi Ramli sebagai Panglima Besar PKSB se-Kalimantan Barat. Dalam pernyataannya, Andi Ramli mengajak seluruh organisasi kebugisan serta elemen etnis lainnya untuk menjadikan PKSB sebagai perekat persatuan, bukan sebagai pembeda di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

 

Sementara itu, salah satu pendiri PKSB menegaskan bahwa organisasi ini lahir dari semangat persatuan dan kecintaan terhadap warisan budaya Bugis. PKSB berkomitmen untuk terus mengenalkan nilai-nilai luhur budaya Bugis kepada generasi muda, sekaligus menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Kalimantan Barat.

 

“Budaya adalah identitas. Melalui PKSB, budaya Bugis tidak hanya dikenal oleh komunitas internal, tetapi juga menjadi bagian dari mosaik budaya Kalimantan Barat yang harus dijaga dan dilestarikan bersama,” tegasnya.

 

Asdi AS SE

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *