Mitratnipolri.id || Medan – Tata kelola parkir di kota medan kini menjadi sorotan tajam. Mulai dari kasus Karcis Palsu, Bed Pengenal Palsu, Bahkan SPT (Surat Perintah Tugas) palsu yang beredar di masyarakat hingga dugaan kebocoran PAD pendapatan daerah dari parkir yang kian meningkat. 31/01/2026.
Masalah jukir liar yang kerap bertindak dengan gaya premanisme juga semakin mencoreng citra Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, yang kini dipimpin kembali Plt Kepala Dinas (Kadis) Suriono.
Alih-alih membawa perubahan, masyarakat menilai kinerja Plt Ka Dishub kota Medan justru semakin memburuk.
Kondisi ini memicu keresahan warga. Kota Medan yang katanya “Kota Seribu Ketua” justru menjadi lahan empuk tumbuh suburnya kelompok Mafia parkir liar.
“Ini Plt Kadis Perhubungan kota Medan Suriono benar-benar tak mampu membuat warganya nyaman, tidak berani dan tidak bernyali menangani problem parkir liar yang tentunya sangat meresahkan masyarakat kota medan” Ucap R Nasution warga Medan Perjuangan
“Padahal Suriono ini pemain lama di Dinas Perhubungan, Soal Karcis Parkir Palsu, Bed Pengenal Palsu, Bahkan SPT Palsu saja tidak Mampu diselesaikannya lebih baik mundur saja lah, ungkap P Lubis Warga Medan Maimun
Perlu diketahui, Wali Kota Medan, Bapak Rico Waas, sempat menegur Suriono terkait ketidaktahuan atau kurangnya informasi mengenai juru parkir (jukir) yang tidak menerima gaji di bulan april tahun 2025 lalu.
Ada juga Aktivis yang meminta Kejaksaan/Inspektorat memeriksa Suriono karena masa jabatan Plt yang terlalu lama serta dugaan “permainan” monopoli perparkiran, termasuk adanya pertemuan dengan pengusaha / Pemilik PT Salah satu tempat di wilayah Medan Polonia
<span;>Hasil wawancara wartawan secara ekslusif 31/01/2026 terhadap Beberapa Juru parkir liar yang mengungkapkan bahwasanya kegiatan pungli masih saja dilakukan oleh beberapa vendor parkir nakal dan ada juga yang membawa nama oknum Dinas Perhubungan kota Medan.
“Saya Bayar 60 ribu sama Melvin pengamat dan juga pihak PT. LGE” Ucap jukir di Jalan Pegadaian Medan Sambil menunjukkan bed pengenal yang sudah tidak aktif lagi di bulan November 2025
“Saya 130 ribu dengan oknum Dinas Perhubungan berinisial Purba” Ucap jukir di Jalan Pegadaian Medan yang lainnya
“Nama saya Juned, Saya Bayar 130 ribu sama Pak Jalman, Kemudian Pak Jalman Menyetor ke Pak Endar Oknum Dinas Perhubungan kota Medan” Ucap Juned Juru Parkir di jalan Mahkamah Medan
Ditempat Terpisah awak media mencoba konfirmasi Walikota Medan Bapak Rico Waas dan Plt Ka Dishub Perhubungan kota Medan Suriono 31/01/2026 Saat Dikonfirmasi Walikota dan Ka Dishub Kota Medan Bungkam (Red)

















