*WARGA PANIK, KEBAKARAN DEKAT PEMUKIMAN HANGUSKAN KEBUN PRODUKTIF DI SUNGAI BUNDUNG*

Mitratnipolri.id. Mempawah, Kalbar – Kebakaran terjadi di lahan kebun milik warga yang berada tepat di belakang rumah penduduk di wilayah Sungai Bundung, Kecamatan Sungai Kunyit. Peristiwa ini menghanguskan tanaman pisang, kelapa, serta sawit milik masyarakat setempat.
Kebakaran tersebut menimbulkan kepanikan warga karena api berada sangat dekat dengan permukiman. Sejumlah warga berupaya melakukan pemadaman secara swadaya sebelum api meluas lebih jauh.
Menurut informasi di lapangan, lahan yang terbakar merupakan kebun produktif milik warga, bukan kawasan perusahaan atau hutan negara. Tanaman yang terdampak antara lain:
– Pohon pisang
– Pohon kelapa
– Kebun kelapa sawit milik warga.
Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai total luas lahan yang terbakar maupun estimasi kerugian material yang dialami warga
*PENYEBAB KEBAKARAN MASIH BELUM DIKETAHUI*
Terkait penyebab kebakaran, hingga saat ini belum dapat dipastikan. Belum diketahui apakah api berasal dari:
– Kelalaian pembakaran sampah atau pembersihan lahan
– Puntung rokok yang dibuang sembarangan
– Faktor cuaca panas dan angin kencang
– Atau unsur kesengajaan
Siapa yang membakar lahan tersebut juga belum dapat dipastikan karena tidak ada saksi yang secara langsung melihat awal munculnya api.
Warga berharap pihak berwenang segera melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
*HIMBAUAN KEPADA MASYARAKAT*
Masyarakat diimbau untuk:
– Tidak membuka lahan dengan cara membakar
– Tidak membuang puntung rokok sembarangan
– Segera melaporkan jika melihat titik api sekecil apa pun
– Meningkatkan kewaspadaan terutama saat cuaca panas dan kering.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama, mengingat kebakaran lahan dapat dengan cepat meluas dan mengancam keselamatan rumah warga.
Saat ini kondisi api dilaporkan telah berhasil dikendalikan, namun warga tetap diminta siaga terhadap potensi bara api yang masih tersisa.
Perkembangan lebih lanjut masih menunggu hasil pendataan dan penyelidikan dari pihak terkait.
Asdi AS SE

















