*FREDY LEGITO PENGURUS DPD YLBH LMRRI KALBAR INGAT KAN DAMPAK PERCERAIAN TERHADAP MENTAL ANAK*
Mitratnipolri id. Pontianak, Kalbar – Pengurus DPD Yayasan Lembaga Bantuan Hukum LMRRI Kalimantan Barat, Fredy Legito, menyoroti serius dampak perceraian terhadap kondisi psikologis anak. Ia menegaskan bahwa perceraian bukan hanya persoalan antara suami dan istri, tetapi juga menyangkut masa depan anak yang sering menjadi pihak paling terdampak.
Menurutnya, peran orang tua sangat menentukan dalam proses tumbuh kembang anak, terutama dari sisi mental dan emosional. Ayah dan ibu merupakan figur utama yang menjadi panutan dalam membentuk karakter dan kepribadian anak.
“Orang tua adalah guru pertama bagi anak dalam kehidupan. Ketika perceraian terjadi, anak sering kali menjadi pihak yang paling terpukul secara psikologis,” ujarnya.
*Anak Rentan Mengalami Gangguan Psikologis*
Fredy Legito menjelaskan bahwa banyak anak yang orang tuanya bercerai mengalami perubahan perilaku. Tidak sedikit yang menjadi lebih pendiam, tertutup, bahkan mengalami kesulitan dalam bergaul dengan lingkungan sosialnya.
Ia juga menilai perceraian dapat memengaruhi kondisi mental anak, terutama bagi mereka yang masih berada dalam usia sekolah. Anak-anak yang belum cukup memahami situasi rumah tangga sering kali merasa kehilangan perhatian dan kasih sayang.
“Perceraian tidak hanya memisahkan orang tua, tetapi juga bisa merusak kestabilan emosi anak jika tidak ditangani dengan baik,” tegasnya.
*Sejumlah Dampak yang Paling Sering Terjadi*
Ia memaparkan sejumlah dampak psikologis yang kerap dialami anak akibat perceraian orang tua, di antaranya depresi, rasa kesepian, kecemasan berlebihan, hingga menurunnya kemampuan berpikir.
Selain itu, anak juga berpotensi mengalami gangguan konsentrasi saat belajar, yang pada akhirnya memengaruhi prestasi akademik serta perkembangan masa depan mereka.
Dalam beberapa kasus, anak bahkan menjadi lebih tertutup dan kehilangan rasa percaya diri karena merasa kehilangan sosok yang selama ini menjadi tempat mereka bergantung secara emosional.
*Orang Tua Diminta Lebih Peduli terhadap Mental Anak*
Fredy Legito mengingatkan bahwa perceraian memang bisa menjadi jalan terakhir bagi pasangan suami istri. Namun, orang tua tetap memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kondisi psikologis anak agar tidak menjadi korban dalam konflik keluarga.
Ia berharap masyarakat, khususnya para orang tua, lebih memperhatikan dampak psikologis anak sebelum mengambil keputusan untuk berpisah.
- “Anak tidak boleh menjadi korban dari konflik orang tua. Mereka tetap membutuhkan perhatian, kasih sayang, dan dukungan emosional agar bisa tumbuh dengan baik,” tutupnya.
Asdi AS SE

















