Example floating
Example floating
News

WAGUB KRISANTUS BAKAL “, CIUM LUTUT” DEDI MULYADI JIKA MAMPU BANGUN KALBAR DENGAN APBD RP 6 TRILIUN*

68
×

WAGUB KRISANTUS BAKAL “, CIUM LUTUT” DEDI MULYADI JIKA MAMPU BANGUN KALBAR DENGAN APBD RP 6 TRILIUN*

Sebarkan artikel ini
Example 468x60


*WAGUB KRISANTUS BAKAL “, CIUM LUTUT” DEDI MULYADI JIKA MAMPU BANGUN KALBAR DENGAN APBD RP 6 TRILIUN*

Mitratnipolri.id. Sintang, Kalbar.– Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, melontarkan pernyataan menohok usai geram warga sepauk yanb membandingkan pembangunan jalan di Kalbar dengan Jawa Barat yang ramai di media sosial.

Example 300x600

Ia bahkan menyatakan siap mencium lutut Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, jika mampu membangun infrastruktur Kalbar dengan anggaran daerah yang terbatas.

Pernyataan itu disampaikan Krisantus saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Pendopo Bupati Sintang, Kamis (9/4/2026).

“Silakan saja, suruh Dedi Mulyadi jadi Gubernur Kalbar. Saya mau lihat, tapi pakai APBD Rp6 triliun bangun Kalbar. Kalau dia bisa, saya cium lututnya,” tegas Krisantus.

Ucapan itu disampaikan Krisantus di hadapan pejabat dan tamu acara Musrenbang saat menanggapi perbandingan kondisi jalan rusak di Kalbar dengan Jawa Barat.

Krisantus mengaku melihat langsung video keluhan warga terkait jalan rusak di Bedayan, SP 3, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang yang ramai di TikTok. Dalam video tersebut, kondisi jalan di Kalbar dibandingkan dengan infrastruktur di Jawa Barat.

“Beberapa waktu lalu saya nonton TikTok, di kampung saya Sepauk. Gencar sekali orang Salauk. Saya tidak tahu itu orang Sepauk asli atau bukan. Jalan rusak dibanding-bandingkan dengan Provinsi Jawa Barat,” beber Krisantus.

Ia menegaskan perbandingan tersebut tidak sebanding, mengingat perbedaan luas wilayah dan kemampuan anggaran yang jauh berbeda.

Menurutnya, Jabat memiliki luas sekitar 43 ribu kilometer persegi dengan APBD mencapai Rp31 triliun. Sementara Kalbar memiliki wilayah sekitar 171 ribu kilometer persegi, namun hanya ditopang APBD sekitar Rp6 triliun lebih.

“Dalam video itu, ada yang pinjam Dedi Mulyadi selama tiga bulan. Suruh dia jadi Gubernur Kalbar, bertukar kita. Saya mau lihat, kalau bisa bangun Kalbar pakai APBD enam triliun, kucium lututnya,” tegasnya.

Menurut Krisantus, semakin luas wilayah maka semakin besar pula biaya pembangunan infrastruktur yang harus ditanggung pemerintah daerah.

“Semakin luas wilayah, semakin berat biaya pembangunan. Jadi masyarakat jangan sampai gagal paham. Itu sebenarnya yang terjadi,” tambahnya.

Meski begitu, ia memastikan pemerintah tidak tinggal diam. Penanganan jalan rusak di wilayah Sintang, termasuk di Bedayan, disebut sudah mulai dilakukan.

Ia mengungkapkan, pemerintah kabupaten telah menurunkan alat dari Unit Pelaksana Jalan dan Jembatan (UPJJ) untuk melakukan perbaikan di ruas yang viral tersebut.

“Infrastruktur jalan dan jembatan di Sintang memang berat dengan kemampuan fiskal yang ada. Tapi pemerintah tidak akan tinggal diam,” tegasnya.

Sebelumnya, keluhan warga terkait jalan rusak di Bedayan ramai diperbincangkan usai video yang diunggah seorang warga bernama Elisabet viral di media sosial. Dalam video itu, ia bahkan meminta perhatian Gubernur Kalbar Ria Norsan dan menyebut nama Dedi Mulyadi.

“Tolong, lah Kang Dedi. Jalan kami babak belur. Gubernur kami pingsan kayaknya. Gak ada bangun jalan kami,” ucapnya dalam video tersebut.

Unggahan itu kemudian menyebar luas dan memicu beragam reaksi publik, termasuk dari anak-anak di wilayah tersebut yang turut menyuarakan kondisi jalan di daerah mereka.

Sumber : Pontianak Informasi

Asdi AS SE

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *