Foto : Ketua Umum Horas Bangso Batak dan Pengurus HBB Se – Jabodetabek
Mitratnipolri.id || JAKARTA – Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Horas Bangso Batak (HBB) menggelar acara silaturahmi bersama jajaran pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Jakarta, serta para Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Jabodetabek dan undangan lainnya. Kegiatan berlangsung di Jakarta, Minggu (24/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum DPP HBB, Lamsiang Sitompul, S.H., M.H., memaparkan sejarah berdirinya organisasi serta visi dan misi yang diusung.
Lamsiang menjelaskan, gerakan ini sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2018. Berdirinya HBB merupakan respons atas maraknya tindakan rasisme dan diskriminasi yang dialami oleh masyarakat suku Batak saat itu.
“Kami berdiri untuk menyatukan seluruh subsuku dan umat beragama Batak guna melawan ketidakadilan, memperjuangkan hak-hak kaum marjinal, serta memajukan harkat dan martabat Bangso Batak,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu.
Secara legalitas, organisasi ini resmi berdiri setelah mendapatkan pengesahan dari pemerintah melalui Surat Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) pada tanggal 10 Oktober 2019.
Laporan Perkembangan Wilayah:
Acara tersebut juga menjadi wadah bagi para ketua cabang untuk menyampaikan progres kegiatan di wilayah masing-masing:
Ketua DPC Jakarta Pusat, Robert Tamba, menyatakan bahwa pertemuan ini menjadi momentum agar HBB dapat bergerak lebih cepat dan solid ke depannya.
Sementara itu, Ketua DPC Kota Bekasi, Jumintar Panjaitan, mengaku pihaknya rutin berkoordinasi dengan berbagai ormas lain. Tujuannya agar tidak lagi terjadi masalah intoleransi, khususnya di wilayah Bekasi.
“Kami sering membantu warga yang tertindas, baik Nasrani maupun Muslim, tanpa memandang suku dan agama,” papar Jumintar.
Di wilayah Karawang, organisasi telah berdiri sejak 2019. Ketua DPC Karawang, Dr. Banuara Nadeak, melaporkan bahwa saat ini sudah tercatat sekitar 50 anggota dan telah melakukan audiensi dengan sejumlah instansi pemerintahan setempat.
“Untuk keberanian dalam menjalankan visi dan misi, kami tidak pernah gentar,” tegasnya.
Ketua DPC Depok, Edy Hotman Saragih, mengakui bahwa masalah intoleransi masih cukup besar. Oleh sebab itu, kehadiran HBB Depok diharapkan bisa memberikan dampak positif. Ia juga mengungkapkan rencana penyediaan mobil komando untuk mendukung kegiatan organisasi.
Dari Jakarta Timur, dilaporkan bahwa administrasi organisasi sudah lengkap, termasuk telah terdaftar di Kesbangpol serta memiliki NPWP dan nomor rekening resmi. Pihaknya berharap dapat didukung untuk memediasi hubungan dengan pejabat pemerintah, baik pusat maupun daerah.
Sementara itu, Ketua DPD Jakarta, Ranto Tambunan, secara terbuka mengakui bahwa kinerja DPD selama ini belum berjalan maksimal. Namun, ia berharap ke depannya organisasi bisa semakin baik dalam menjalankan visi dan misi HBB.
“Kedepannya akan lebih baik lagi untuk menjalankan visi dan misi HBB,” tandas Ranto. (Red)

















