*BAPPERIDA KALBAR GELAR FGD, PENYUSUNAN KERANGKA EKONOMI MAKRO 2027*

Mitratnipolri .id. Pontianak, Kalbar. – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kerangka Ekonomi Makro Daerah (KEMD) Kalimantan Barat Tahun 2027, bertempat di Ruang Rapat Bapperida, Rabu (18/2/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bapperida Provinsi Kalimantan Barat, Dra. Linda Purnama, M.Si, serta dihadiri oleh perwakilan instansi vertikal, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, akademisi, dan dunia usaha.
Dalam sambutannya, Kepala Bapperida menyampaikan bahwa penyusunan Kerangka Ekonomi Makro Daerah merupakan tahapan strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Hal ini sejalan dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang menegaskan bahwa Kerangka Ekonomi Makro Daerah (KEMD) menjadi salah satu instrumen penting dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah.
FGD tersebut membahas berbagai isu strategis perekonomian Kalimantan Barat tahun 2027, di antaranya perkembangan dan prospek perdagangan dalam dan luar negeri, sektor industri dan pertambangan, serta rencana investasi dan penanaman modal.
Selain itu, diskusi juga mengulas prospek produksi sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, hasil hutan, pariwisata, akomodasi makanan dan minuman, serta proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2027.
Saat ini, penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2027 berada pada tahap awal, yakni Rancangan Awal. Dalam waktu dekat, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan melaksanakan konsultasi publik terhadap rancangan awal RKPD 2027.
Oleh karena itu, arah kebijakan ekonomi daerah yang menjadi bagian integral dalam dokumen RKPD perlu dirancang secara komprehensif dan selaras dengan prioritas pembangunan serta isu-isu strategis perekonomian Kalimantan Barat.
Kerangka Ekonomi Makro Daerah memberikan gambaran mengenai arah kebijakan ekonomi Kalimantan Barat tahun 2027 berdasarkan proyeksi dan asumsi makro ekonomi daerah.
Kebijakan tersebut merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2025–2029 melalui program-program prioritas pembangunan daerah guna mewujudkan cita-cita pembangunan, khususnya yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi tahun 2027 akan menjadi landasan penguatan fondasi tahapan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kalimantan Barat Tahun 2025–2045 serta menjadi target tahun kedua dalam Rancangan RPJMD Kalimantan Barat Tahun 2025–2029.
Mengacu pada sasaran pertumbuhan ekonomi dalam Rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027, target laju pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat ditetapkan pada kisaran 5,3 hingga 6,1 persen guna mendukung pencapaian target nasional.
Melalui FGD ini, Bapperida Kalimantan Barat berharap dapat memperoleh gambaran yang komprehensif terkait potret, prospek, peluang, serta tantangan perekonomian daerah ke depan.
Data dan informasi yang dihimpun dari berbagai pemangku kepentingan tersebut selanjutnya akan menjadi bahan perumusan asumsi dan proyeksi target pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat Tahun 2027.(Pemprov Kalbar).
ASDI AS SE

















