*HERRY FADILLAH TEGASKAN TUGAS UTAMA KONI ADALAH TINGKATKAN PRESTASI ATLET*

Mitratnipolri.id. Pontianak, Kalbar. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pontianak masa bakti 2025–2029, H. Herry Fadillah, menegaskan komitmennya untuk menjalankan organisasi secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan prestasi atlet.
Hal tersebut disampaikan Herry saat diwawancarai awak media usai rapat pleno pertama KONI Kota Pontianak, yang digelar sebagai langkah awal mengevaluasi perjalanan organisasi pada periode sebelumnya.
*Evaluasi Awal dan Pembagian Anggaran Hibah*
Dalam rapat pleno tersebut, Herry menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penggunaan anggaran hibah dari Pemerintah Kota Pontianak yang nilainya mencapai Rp3 miliar.
“Dari total Rp3 miliar hibah, sebesar 70 persen dialokasikan untuk pembinaan atlet dan cabang olahraga (cabor), sementara 30 persen untuk operasional kantor. Seluruh penggunaan anggaran tersebut sudah didata dan diaudit oleh tim audit,” jelas Herry.
Ia menegaskan bahwa pembagian anggaran dilakukan secara proporsional dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing cabor.
*Bentuk Satgas dan Penguatan Tata Kelola*
Selain evaluasi anggaran, KONI Kota Pontianak juga telah membentuk satuan tugas (satgas) guna memperkuat kinerja organisasi dan pengawasan internal. Anggaran untuk seluruh cabor pun telah disusun berdasarkan kemampuan keuangan yang ada.
“Kepengurusan baru ini berkomitmen penuh pada transparansi. Setiap tahun, laporan keuangan akan diaudit dan hasil audit akan dibagikan kepada seluruh cabor, tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.
*Target Utama: Prestasi Atlet Kota Pontianak*
Herry menegaskan bahwa tugas utama KONI Kota Pontianak adalah meningkatkan prestasi atlet, dengan jumlah 43 cabang olahraga yang saat ini bernaung di bawah KONI Kota Pontianak hingga akhir tahun.
Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini anggaran hibah tersebut belum masuk ke rekening KONI Kota Pontianak.
“Dananya belum ada di KONI, masih berada di Dispora. Dispora hanya menunggu SK kepengurusan ditandatangani. Setelah itu proses pencairan baru bisa berjalan dan kita bisa mulai bekerja menyalurkan anggaran ke cabor sesuai hasil audit,” ujarnya.
*Persiapan Event November dan Tambahan Anggaran*
Herry juga menyinggung persiapan menghadapi ajang olahraga yang direncanakan berlangsung pada November mendatang. Untuk agenda tersebut, ia menyebutkan bahwa hingga kini belum ada anggaran tambahan yang dicairkan oleh Pemerintah Kota Pontianak.
“Biasanya Pak Wali Kota memberikan sekitar Rp2 miliar untuk kegiatan ini. Informasi dari Dispora menyebutkan bahwa saat ini dananya masih nol, kemungkinan baru masuk pada anggaran perubahan,” jelasnya.
Dana tersebut nantinya diperuntukkan khusus bagi atlet Kota Pontianak, sementara kabupaten/kota lain di Kalimantan Barat diharapkan juga mendapat dukungan serupa dari pemerintah daerah masing-masing.
*Harap Dukungan Media*
Di akhir wawancara, Herry berharap dukungan dari insan pers untuk membantu mempublikasikan kegiatan dan prestasi KONI Kota Pontianak ke depan.
“Kami berharap rekan-rekan media bisa membantu KONI Kota Pontianak dalam pemberitaan. Nanti bisa berkoordinasi melalui bagian humas agar komunikasi berjalan baik,” pungkasnya.
Dengan komitmen transparansi dan pembinaan atlet yang kuat, kepengurusan baru KONI Kota Pontianak optimistis mampu mendorong prestasi olahraga daerah secara berkelanjutan.
ASDI AS SE

















