Example floating
Example floating
News

Panglima Besar DPP LPM Adhy Black Serukan Masyarakat Jaga Kondusivitas Kalbar: Jangan Biarkan Isu SARA Rusak Harmoni

9
×

Panglima Besar DPP LPM Adhy Black Serukan Masyarakat Jaga Kondusivitas Kalbar: Jangan Biarkan Isu SARA Rusak Harmoni

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Panglima Besar DPP LPM Adhy Black Serukan Masyarakat Jaga Kondusivitas Kalbar: Jangan Biarkan Isu SARA Rusak Harmoni

Mitratnipolri.id. Pontianak , Kalbar. Panglima Besar DPP Laskar Pemuda Melayu (LPM) Kalimantan Barat, Hadi Firmansyah atau yang akrab disapa Adhy Black, menyerukan seluruh elemen masyarakat di Kalimantan Barat untuk bersama-sama menjaga keamanan, persatuan, dan kondusivitas daerah.

Example 300x600

Seruan tersebut disampaikan Adhy Black pada Jumat, 28 Agustus 2026, di tengah kondisi kabut asap yang masih melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat serta munculnya berbagai isu yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Menurut Adhy Black, situasi yang dihadapi masyarakat saat ini membutuhkan ketenangan, kepedulian, serta kebersamaan. Ia mengingatkan agar kondisi tersebut tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menyebarkan provokasi, kebencian, maupun isu yang bernuansa Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

“Kalbar ini rumah besar kita bersama. Jangan ada yang mencoba mengusik keharmonisan yang selama ini telah kita jaga dengan baik. Perbedaan suku, agama dan budaya adalah kekayaan Kalimantan Barat, bukan alasan untuk saling membenci,” tegas Adhy Black.

Minta Aparat Respons Dugaan Konten Provokatif

Adhy Black juga meminta jajaran kepolisian, khususnya Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Barat melalui unsur penegakan hukum di bidang siber, agar merespons secara cepat dan profesional apabila ditemukan dugaan penyebaran konten provokatif maupun isu SARA di ruang digital.

Ia menilai media sosial harus digunakan secara bertanggung jawab dan tidak menjadi sarana untuk menyebarkan fitnah, adu domba, ataupun narasi yang berpotensi memecah persatuan masyarakat.

“Kebebasan berpendapat bukan kebebasan untuk menghina, mengadu domba, atau membakar sentimen antarkelompok. Jika ada konten yang diduga mengarah pada provokasi dan merusak kerukunan, aparat harus hadir dan bertindak cepat sesuai hukum yang berlaku,” ujarnya.

Adhy Black menegaskan bahwa penanganan terhadap dugaan pelanggaran di ruang digital tetap harus dilakukan berdasarkan ketentuan hukum dan melalui proses yang profesional.

Ingatkan Masyarakat pada Sejarah Konflik Sosial

Dalam kesempatan tersebut, Adhy Black secara khusus mengingatkan masyarakat Kalimantan Barat agar mengambil pelajaran dari berbagai konflik sosial yang pernah terjadi di kawasan Kalimantan, termasuk konflik Sambas dan Sampit.

Menurutnya, pengalaman masa lalu harus menjadi pembelajaran bersama agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi, narasi provokatif, maupun isu yang sengaja dimainkan untuk memperkeruh keadaan.

“Kita tidak ingin sejarah kelam itu terulang. Cukup sudah masyarakat merasakan bagaimana konflik sosial meninggalkan luka panjang. Jangan karena satu unggahan, satu narasi provokatif, atau kepentingan segelintir orang, persaudaraan yang telah dibangun selama bertahun-tahun menjadi rusak,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat agar tidak langsung mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Adhy Black meminta masyarakat lebih mengedepankan sikap tenang, melakukan verifikasi informasi, serta menyerahkan persoalan yang berpotensi melanggar hukum kepada pihak yang berwenang.

Ajak Tokoh Masyarakat Perkuat Persatuan

Selain masyarakat secara umum, Adhy Black juga mengajak para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat Kalimantan Barat untuk bersama-sama menjaga suasana daerah tetap aman dan kondusif.

Ia menilai setiap persoalan yang muncul sebaiknya diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku, bukan melalui tindakan yang dapat memperbesar konflik.

“Jangan tambah persoalan dengan kebencian. Jangan balas provokasi dengan provokasi. Mari kita jaga Kalbar dengan kepala dingin, hati yang terbuka, dan semangat persaudaraan. Jika ada persoalan, selesaikan secara hukum dan bermartabat,” pungkasnya.

Adhy Black menegaskan bahwa keberagaman masyarakat Kalimantan Barat merupakan bagian penting dari kehidupan sosial daerah yang harus terus dijaga.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, termasuk persoalan kabut asap dan berbagai dinamika sosial, menurutnya persatuan justru harus semakin diperkuat.

Ia berharap tidak ada pihak yang memberikan ruang bagi isu SARA, ujaran kebencian, maupun provokasi untuk berkembang menjadi konflik terbuka, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.

“Kalimantan Barat adalah rumah bersama. Mari kita jaga persaudaraan, keharmonisan, dan keamanan daerah. Jangan biarkan kepentingan sesaat merusak persatuan yang sudah kita bangun bersama,” tutup Adhy Black.

KALBAR DAMAI, KALBAR BERSATU, KALBAR UNTUK SEMUA.

MELINTANG PATAH, MEMBUJUR LALU.

Tim – Liputan

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *