Example floating
Example floating
News

Playing Victim !! Oknum Kades Buluhcina Mengkambinghitamkan BPD Dalam Penyebaran Data Lapas Pekanbaru

15507
×

Playing Victim !! Oknum Kades Buluhcina Mengkambinghitamkan BPD Dalam Penyebaran Data Lapas Pekanbaru

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Mitratnipolri.id || Kampar (20/1/2025). Azrianto oknum Kades Buluhcina Siak Hulu Kampar mengkambinghitamkan BPD dalam penyebaran data SDP detail Lapas Pekanbaru.

(K) merupakan warga tempatan sekaligus anggota BPD Desa Buluhcina. Pada tahun 2019 (K) juga tergabung dalam tim sukses pemenangan Azrianto saat mencalonkan diri sebagai Kepala Desa Buluhcina.

Example 300x600

Pada soalan gapura Desa yang dihancurkan sepihak oleh Azrianto Kades Buluhcina. (K) dinilai vokal dalam menyampaikan suara masyarakat yang mengeluhkan kesewenang-wenangan Azrianto sebagai pelayan publik. Hal tersebut diduga membuat Azrianto selaku Kepala Desa merasa terusik sehingga Azrianto menghubungi keluarga (K) dan meminta (K) berhenti untuk mencampuri.

“Undang-undang dan Peraturan Pemerintah sudah memberikan payung hukum yang jelas sehingga BPD tidak perlu ragu dalam menjalankan fungsinya untuk melakukan pengawasan terhadap kinerja kepala desa”, itulah yang menjadikan langkah (K) tetap berlanjut tanpa gentar, hal tersebut justru membuat masyarakat merasa terwakilkan dan masyarakat tampak lebih mempercayai (K).

Betapa terkejut nya (K) dimana awal November 2024 terbit sebuah pemberitaan di media online yang menayangkan SDP perkara detail lapas Pekanbaru milik (K) sebagai foto unggulan. Semenjak itu (K) merasa rendah diri dan tertekan secara psikologi dikarenakan masyarakat Desa sudah banyak mengetahui berita tersebut:

“Kades mengirimkan berita itu ke warga juga tetangga dan berkata lihat saudara (K) sudah di beritakan oleh orang yang tidak tau siapa, sambil tersenyum, saya gak menyangka justru dialah otak intelektual nya, Pemimpin seperti ini sungguh tidaklah pantas menjadi panutan bagi warganya yang seharusnya menjaga dan melindungi warga namun karena Anti kritik malah menjadi gelap mata”.

(K) melalui kantor hukum AS Law Firm melayangkan somasi. “Adanya beberapa bukti baik melalui Chat aplikasi WhatsApp maupun rekaman suara yang telah diserahkan oleh pihak Lapas Kota Pekanbaru terkait dengan Azrianto selaku Kepala Desa BuluhCina semakin menguatkan peran dan keterlibatan Azrianto dalam Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Secara Elektronik dan Pelanggaran Perlindungan Data Pribadi yang ditujukan kepada klien kami”, terang Alfikri Lubis SH., MH (Kuasa Hukum)

Dari rekaman suara tersebut Sigit petugas Rutan Rengat mengatakan: “Saudara Sigit ini Kades pak di Buluhcina, Azrianto namanya. Saya ini sepupu nya Pak. Kemarin dia minta data (K) ini sama saya karna katanya dia ada masalah dengan (K) ini. Dan (K) ini katanya BPD di desa itu Pak, jadi kek dia ini mau ungkit masa lalu (K) ini pak, menurut saya orang media itu dapat data itu dari Kades, karna saya hanya kasi data itu sama Kades”. Jelas Sigit Petugas Rutan Rengat.

Di waktu terpisah kepada pimpinan Redaksi media mitratnipolri.id Kades Azrianto mengatakan: “memang betul saya, cuma itu karna desakan BPD. BPD merasa resah dan merasa terancam integritas BPD dengan status mantan napi tersebut”, jelas Azrianto Kades Buluhcina.

Dikonfirmasi awak media kepada ketua dan anggota BPD Buluhcina: ” Itu tidak benar. Kami tidak pernah mengatakan itu, dan kami tidak pernah merasa resah apalagi merasa terancam dengan adanya status tersebut “.

Dalam hal ini patut diduga bahwa klaim Kades Azrianto tersebut adalah sebentuk playing victim yang dilakukan oleh Azrianto Kades Buluhcina dan disinyalir sebagai wujud kambing hitam yang di lemparkan oleh Azrianto selaku otak intelektual penyebaran data WBP kepada BPD Desa Buluhcina.

Jika benar Azrianto Kades Buluhcina menyebarkan data tersebut apakah ini bisa di maknai adanya rasa sakit hati dan dendam terhadap (K)? Bersambung ***

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *