Mitratnipolri.id|| SEMARANG.
Saut Situmorang, Komisioner KPK Tahun 2015-2019 yang juga mengawal kasus Iwan Boedi memberikan apresiasi kepada Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang dan Jaringan
Lintas Agama untuk Kemanusiaan (JALAK) yang menggelar aksi solidaritas untuk memperingati 2 tahun meninggalnya Iwan Boedi.
Saut Situmorang lebih lanjut mengatakan sebaiknya Pihak Polri memberikan laporan ke publik mengenai proses penyelidikan ataupun penyidikan kasus Iwan Boedi ini.
“Saran saya, sebaiknya pihak Polri memberikan laporan ke publik sudah sampai dimana proses penyelidikan ataupun penyidikan kasus Iwan Boedi ini”, Kata Saut Situmorang.
“Karena peristiwa itu dugaannya ada kaitan dengan kasus korupsi maka normatifnya justru harus mendapatkan prioritas daripada kasus yang lain”, lanjut Saut Situmorang.
“Karena rasanya sangat lambat kemajuannya sementara bukti awal sendiri menurut analisis saya sudah mengarah”, ujar Saut Situmorang.
Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang bersama
dengan Jaringan Lintas Agama untuk Kemanusiaan (JALAK) dan komunitas lainnya menggelar
aksi solidaritas untuk memperingati 2 tahun meninggalnya Iwan Boedi di depan Polda Jateng
pada Kamis, 22 Agustus 2024.
Aksi tersebut dihadiri oleh mahasiswa, masyarakat sipil dan akademisi.
Dengan dilakukannya
aksi solidaritas ini, tujuannya polisi dapat segera menangkap pelaku dari pembunuhan Iwan
Boedi agar keadilan dapat ditegakkan.
Aksi yang terdiri dari berbagai macam elemen masyarakat memiliki 3 poin tuntutan, yakni ; a)
menuntut Polda Jateng dan Polrestabes Semarang Untuk Mengusut Tuntas Pelaku
Pembunuhan Iwan Boedi, b) Menuntut Kapolda Jateng Untuk Memberikan Transparansi Tiap
Bulan Kepada Publik Perihal Kasus Iwan Boedi, c) Menuntut Kapolri Untuk Memberikan
Asistensi Kepada Polda Jateng dan Polrestabes Semarang Dalam Mengusut Tuntas Kasus
Iwan Boedi.
Konsep aksi solidaritas dalam memperingati 2 tahun meninggalnya Iwan Boedi diisi dengan
orasi, puisi, teatrikal dan ditutup dengan doa.
Pada sesi teatrikal, PMKRI Cabang Semarang
menampilkan seorang pemuda mengenakan pakaian putih yang melambangkan keadilan,
tetapi terpaksa dikotori oleh segelintir orang yang tamak. Setelah teatrikal, masa aksi menabur
bunga ke dalam peti yang melambangkan matinya keadilan.
Dengan adanya aksi ini, kami berharap bahwa kasus Iwan Boedi dapat terus mendapatkan
perhatian dari pihak kepolisian dan masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang agar
kasus tersebut mendapatkan titik terang.
(Tim Red/Louis Kefi/Juita Dwi Passya Barus)

















