Example floating
Example floating
News

PENGURUS DPP MABT SIAP DILANTIK, FOKUS BANGUN RUMAH ADAT TIONGHOA

161
×

PENGURUS DPP MABT SIAP DILANTIK, FOKUS BANGUN RUMAH ADAT TIONGHOA

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

*PENGURUS DPP MABT SIAP DILANTIK, FOKUS BANGUN RUMAH ADAT TIONGHOA*

Example 300x600

Mitratnipolri.id. Pontianak, Kalbar.- Dewan Pimpinan Pusat Majelis Adat Budaya Tionghoa (DPP MABT) Kalimantan Barat (Kalbar) siap menggelar pelantikan kepengurusan masa bakti 2025-2030, yang akan berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2026 dimulai pukul 15.30 WIB.Kegiatan tersebut rencananya akan berlangsung di Hotel Novotel Pontianak dan akan dihadiri ratusan undangan dari berbagai unsur masyarakat. Ketua DPP MABT Kalbar, Suyanto Tanjung, mengatakan undangan pelantikan telah disampaikan kepada seluruh jajaran pengurus.“Pengurus kita kurang lebih 200 orang. Selain itu, tokoh-tokoh di Kalbar juga kita undang, di antaranya pengurus paguyuban-paguyuban, DAD, MABM, IKBM, serta rekan-rekan yang mengurus adat dan budaya,” ujarnya saat menggelar jumpa pers di Kantor DPP MABT Indonesia, Parit Haji Husin II No.888, Senin(9/2/2026).

Suyanto juga menegaskan, keberadaan MABT di Kalbar bukan hanya sebagai organisasi etnis, tetapi sebagai mitra strategis dalam membangun daerah bersama seluruh elemen masyarakat.“MABT siap bersinergi dan bekerja sama dengan seluruh etnis untuk membangun adat budaya dan membesarkan Kalbar. Untuk itu, kita harus terus meningkatkan sinergitas dan kerjasama semua elemen masyarakat di Kalbar,” papar pria yang juga merupakan anggota DPRD Kalbar Dapil Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu ini.Dalam kesempatan tersebut, Suyanto juga mengungkapkan rencana pembangunan Rumah MABT di Kalbar. Ia menyebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, melalui Gubernur teloah berencana menghibahkan sebidang tanah kepada MABT.“Pak Gubernur menyampaikan akan memberikan hibah tanah kepada MABT, lokasinya di antara Rumah Adat Melayu dan Rumah Adat Dayak. Ini sangat menarik dan patut kita syukuri,” ungkapnya.Menurut Suyanto, setelah proses hibah tanah selesai secara administrasi, pihaknya akan segera merealisasikan pembangunan gedung Rumah MABT sebagai pusat kegiatan adat dan budaya Tionghoa di Kalbar.“Kami sebagai pengurus tentu berharap setelah tanah itu diserahkan lengkap secara administrasi, gedung ini bisa segera kami bangun,” ujarnya.

Pelantikan pengurus MABT Indonesia ini juga bertepatan dengan momentum perayaan Imlek. Suyanto menyebut momen tersebut diharapkan menjadi simbol penguatan persatuan, toleransi, dan kebersamaan antar etnis di Kalimantan Barat.”Kami berharap pelantikan ini menjadi awal penguatan peran organisasi dalam menjaga harmoni sosial dan melestarikan nilai-nilai budaya di Kalbar ini,” turu Suyanto.Sebelumnya, DPP MABT Kalbar, telah menggelar ramah tamah bersama tokoh-tokoh Tionghoa yang berlangsung di Restoran Gajahmada, Kota Pontianak beberapa waktu lalu. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus mendengar masukan menjelang pelantikan kepengurusan baru MABT.Ketua Umum Terpilih MABT Indonesia, Suyanto Tanjung, menyampaikan bahwa pihaknya membuka ruang dialog agar susunan kepengurusan serta program kerja yang akan dijalankan dapat sejalan dengan harapan masyarakat Tionghoa di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat.“Sebelum pelantikan, kami meminta masukan dari para tokoh terkait keanggotaan dan agenda MABT Kalbar. Kami juga menyampaikan rencana kegiatan terdekat, yaitu pelaksanaan Cap Go Meh. Puji Tuhan semua berjalan baik dan lancar,” ujarnya.Suyanto berharap MABT Kalbar menjadi wadah pemersatu masyarakat Tionghoa dari seluruh Indonesia serta mampu memperkuat pelestarian adat budaya Tionghoa.“Setelah bersatu, tujuan berikutnya mengembangkan adat budaya Tionghoa. Salah satu agenda besar kami adalah mewujudkan Rumah Adat Budaya Tionghoa, agar berdiri sejajar dengan etnis lain,” tegasnya.Rumah adat yang dimaksud akan menjadi pusat kegiatan budaya, termasuk pengembangan pendidikan seperti bahasa Mandarin hingga program pertukaran budaya.“Teman-teman dari etnis lain pun dapat lebih mengenal budaya Tionghoa, mulai dari adat pernikahan, kelahiran, hingga tradisi saat meninggal dunia,” tambahnya.Ke depan, kantor MABT Indonesia akan berkedudukan di Kota Pontianak sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat Tionghoa. Meski berfokus pada pemajuan budaya Tionghoa, Suyanto menegaskan bahwa organisasi ini juga siap membantu masyarakat lainnya.“Kami organisasi kemasyarakatan dengan misi sosial budaya. Bila ada dari masyarakat lain yang membutuhkan bantuan, kami bersedia membantu,” ucapnya. Selain memperkuat soliditas internal komunitas Tionghoa, Suyanto mengingatkan pentingnya menjaga hubungan harmonis antar-etnis di Indonesia.“Perbedaan seharusnya menjadi ruang saling memahami. Kita harus harmonis dan bersatu padu. Ini menjadi pertukaran budaya yang baik, menambah khasanah kita sebagai etnis Tionghoa. Mencintai NKRI adalah kewajiban bagi seluruh warga,” tegasnya.Suyanto menutup penyampaiannya dengan slogan yang menjadi semangat MABT Indonesia dalam berkarya untuk bangsa. “MABT satu hati untuk negeri, NKRI!” pungkasnya.

 

Asdi AS SE

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *