Example floating
Example floating
News

PERCEPAT OPERASIONAL PELABUHAN KIJING DI MEMPAWAH, PELINDO DAN PEMPROV KALBAR BAHAS PEMBANGUNAN

146
×

PERCEPAT OPERASIONAL PELABUHAN KIJING DI MEMPAWAH, PELINDO DAN PEMPROV KALBAR BAHAS PEMBANGUNAN

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

*PERCEPAT OPERASIONAL PELABUHAN KIJING DI MEMPAWAH, PELINDO DAN PEMPROV KALBAR BAHAS PEMBANGUNAN JALAN TOL*

Example 300x600

Mitratnipolri.id. Pontinak, Kalbar. PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur vital.

 

Pelindo dan Pempro Kalbar sangar serius membahas pengadaan jalan tol yang akan mendukung operasional Pelabuhan Kijing di Kalimantan Barat.

 

Diskusi penting ini berlangsung di Pontianak pada Jumat (27/2/2026), melibatkan Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar dan Gubernur Kalbar Ria Norsan. Fokus utama pertemuan adalah bagaimana Pelabuhan Kijing dapat berfungsi optimal sebagai motor penggerak ekonomi.

 

Pembangunan jalan tol ini diharapkan mampu mengoptimalkan arus logistik dan ekspor-impor, khususnya melalui layanan peti kemas.

 

Langkah ini juga menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi berbagai persoalan lalu lintas di kawasan perkotaan Pontianak.

 

*PENTINGNYA AKSES JALAN TOL UNTUK PELABUHAN KIJING*

 

Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menegaskan bahwa Pelabuhan Kijing memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi. Potensi ini tidak hanya terbatas pada skala Kalimantan Barat, tetapi juga secara nasional.

 

Untuk mewujudkan potensi tersebut, dukungan infrastruktur utama sangat diperlukan, terutama akses jalan yang memadai bagi angkutan peti kemas. Pelabuhan Kijing diproyeksikan memiliki prospek besar dalam mendukung arus logistik serta kegiatan ekspor-impor.

 

Muchtasyar mengapresiasi penuh dukungan dari Pemprov Kalbar terhadap rencana pembangunan Tol Pelabuhan Kijing ini. Pelindo bersama pemerintah daerah kini tengah berupaya aktif mencari investor yang berminat untuk merealisasikan proyek strategis tersebut.

 

“Situasinya sangat kondusif, dan kami optimistis ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Muchtasyar, menunjukkan keyakinan akan keberhasilan proyek tersebut. Upaya kolaboratif ini diharapkan segera membuahkan hasil dalam pengadaan akses tol yang memadai.

 

*SOLUSI JANGKA PANJANG ATASI KEMACETAN PONTIANAK*

 

Selama ini, wacana pemindahan aktivitas peti kemas dari Pelabuhan Dwikora Pontianak seringkali mengemuka. Hal ini disebabkan oleh tingginya potensi kemacetan dan risiko kecelakaan akibat lalu lintas truk kontainer di jalan-jalan dalam kota.

 

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan bahwa penguatan Pelabuhan Kijing merupakan solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah tersebut.

 

Namun, ia mengakui bahwa keberadaan jalan tol menjadi syarat mutlak agar pemindahan arus peti kemas dapat berjalan aman dan efektif.

 

“Beban berat mobil pengangkut peti kemas akan lebih aman jika melewati jalan tol,” kata Norsan.

 

Norsan menambahkan, jika angkutan peti kemas masih melewati jalan masyarakat, potensi kemacetan dan kecelakaan akan tetap tinggi karena infrastruktur yang belum memadai.

 

Norsan menyebut keterbatasan akses jalan saat ini sebagai “bottleneck” yang harus segera diatasi untuk memaksimalkan operasional Pelabuhan Kijing. Pembangunan Tol Pelabuhan Kijing diharapkan dapat membuka hambatan ini.

 

*OPTIMALISASI PELABUHAN DAN HARAPAN KEDEPAN*

 

Saat ini, Pelabuhan Kijing memang sudah beroperasi dan melayani ekspor non-peti kemas, seperti curah dan kargo tertentu. Namun, layanan peti kemas internasional dinilai belum dapat berjalan secara optimal tanpa dukungan infrastruktur yang lengkap.

 

“Sekarang sudah beroperasi, tetapi belum maksimal. Kelengkapannya harus dipenuhi,” tutur Gubernur Norsan. Ia menekankan bahwa masalah jalan tol ini tidak bisa dipaksakan lewat jalan biasa karena pasti akan menimbulkan kemacetan parah.

 

Pemprov Kalbar bersama Pelindo terus berkoordinasi intensif untuk mempercepat realisasi proyek jalan tol ini melalui skema investasi. Kolaborasi ini menunjukkan keseriusan kedua belah pihak dalam mengembangkan infrastruktur.

 

Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, Pelabuhan Kijing diharapkan mampu meningkatkan daya saing logistik Kalimantan Barat. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat menarik lebih banyak trafik perdagangan internasional di masa mendatang, serta mengurangi beban lalu lintas angkutan peti kemas di perkotaan Pontianak.

 

Sumber: Antara

 

Asdi AS SE

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *