Example floating
Example floating
News

Kunker ke Sanggau, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus Kawal dan Paparkan Program Infrastruktur Hampir Rp1 Triliun.

46
×

Kunker ke Sanggau, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus Kawal dan Paparkan Program Infrastruktur Hampir Rp1 Triliun.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kunker ke Sanggau, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus Kawal dan Paparkan Program Infrastruktur Hampir Rp1 Triliun

Mitratnipolri.id. Sanggau, Kalbar — Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sanggau, Selasa (20/10/2026), untuk memaparkan sejumlah program pembangunan infrastruktur yang ditujukan bagi kepentingan masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, ia menyebut total program yang direncanakan masuk ke Sanggau berpotensi mendekati Rp1 triliun, termasuk pembangunan jalan, fasilitas pendidikan, dan penyediaan air bersih.

Example 300x600

Kedatangan Lasarus bersama rombongan di Kantor Bupati Sanggau disambut Bupati dan Wakil Bupati Sanggau beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam pertemuan itu, Lasarus menyampaikan bahwa Kabupaten Sanggau memperoleh program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) untuk enam ruas jalan pada tahun 2026, dengan total anggaran sekitar Rp100 miliar.

“Pertama kita beri informasi pembangunan di Sanggau. Sanggau dapat program IJD tahun ini sebanyak enam ruas, dengan total kurang lebih Rp100 miliar Inpres Jalan Daerah di Sanggau,” ujar Lasarus.

Sekolah Rakyat Bernilai Sekitar Rp800 Miliar

Selain pembangunan jalan, sejumlah program lain juga disebut akan masuk ke Kabupaten Sanggau. Program tersebut meliputi penyediaan air bersih, P3-TGAI atau PSPS, Pamsimas atau PISO, pembangunan jembatan gantung, serta Sekolah Rakyat.

Lasarus menyebut Sekolah Rakyat sebagai salah satu program dengan nilai anggaran terbesar. Berdasarkan pemaparan yang disampaikannya, fasilitas tersebut direncanakan menampung sekitar 2.500 siswa di atas lahan seluas 10 hektare, dengan anggaran sekitar Rp800 miliar.

“Kemudian ada beberapa program lain termasuk air bersih, ada juga PSPS, ada PISO, ada jembatan gantung. Kemudian ada Sekolah Rakyat, yang besar itu Sekolah Rakyat. Untuk 2.500 siswa, dengan luasan 10 hektare, anggarannya kurang lebih Rp800 miliar untuk Kabupaten Sanggau,” jelasnya.

Dengan nilai program Sekolah Rakyat dan sejumlah pembangunan infrastruktur lainnya, Lasarus memperkirakan total program yang berkaitan dengan APBN di Kabupaten Sanggau berpotensi mendekati Rp1 triliun.

“Berarti Rp800 miliar plus pembangunan lainnya, di Sanggau kelihatannya bisa tembus Rp1 triliun infrastruktur APBN di Kabupaten Sanggau,” tambahnya.

Lasarus Minta Program Diawasi Sesuai Aturan

Lasarus mengingatkan Pemerintah Kabupaten Sanggau agar menjaga dan mengawasi pelaksanaan seluruh program pembangunan yang menggunakan anggaran negara. Menurutnya, pengawasan diperlukan agar program berjalan sesuai ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan Kapolres dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) agar turut mendukung pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan.

“Saya titip Pak Bupati, ya, dijaga. Sudah bicara juga dengan teman-teman Pak Kapolres, dengan Pak Kajari tadi untuk membantu mengawasi dengan baik, sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” tegas Lasarus.

Terkait usulan pembangunan dari pemerintah daerah, ia menyatakan komitmennya untuk mengawal kebutuhan Kabupaten Sanggau secara bertahap. Namun, ia mengingatkan agar setiap usulan tetap diajukan melalui sistem dan aplikasi resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

Menurut Lasarus, komunikasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat perlu didukung oleh kelengkapan administrasi serta mekanisme pengusulan yang benar agar kebutuhan pembangunan dapat diproses.

Air Bersih dan Jalan Jadi Perhatian Utama

Saat ditanya mengenai program prioritas, Lasarus menyebut penyediaan air bersih dan pembangunan jalan menjadi perhatian utama. Ia juga menyinggung rencana penanganan Jembatan Mengkiang yang diharapkan dapat menjadi salah satu prioritas pembangunan.

“Yang prioritas pasti air, terutama air dan jalan. Tambahan jembatan satu, kalau memungkinkan, Jembatan Mengkiang ini mungkin akan kita utamakan,” katanya.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur dasar harus diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama akses jalan dan ketersediaan air bersih yang berpengaruh langsung terhadap kehidupan sehari-hari.

Perluasan Pelayanan PDAM Ditargetkan Mendapat Dukungan

Dalam kesempatan tersebut, Lasarus turut menyoroti pelayanan air bersih PDAM di Kota Sanggau yang, menurut keterangannya, baru menjangkau sekitar 50 persen kebutuhan pelayanan.

Ia menilai masih terdapat ruang besar untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat. Lasarus juga menyinggung keberadaan Sungai Kapuas sebagai sumber air yang dapat dimanfaatkan dengan dukungan teknologi pengolahan yang sesuai.

“Di Kota Sanggau kan pelayanan baru 50 persen. Yang belum 50 persen itu nanti kita akan coba bantu. Sungai Kapuas itu kurang banyak apa airnya. Kemarau seperti ini saja airnya banyak. Teknologinya ada, mau keruh seperti apa pun, teknologinya ada. Bisa kita bikin? Secepatnya,” tegasnya.

Lasarus memperkirakan kebutuhan anggaran untuk memenuhi pelayanan air bersih hingga menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan di Sanggau dapat mencapai Rp500 miliar hingga Rp1 triliun. Besaran kebutuhan tersebut masih memerlukan perencanaan teknis, penghitungan kebutuhan, dan tahapan pelaksanaan yang terukur.

Dukungan terhadap penyediaan air bersih diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan dasar, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan mendukung pertumbuhan wilayah.

Menunggu Realisasi dan Pengawasan Pelaksanaan

Berbagai program yang disampaikan dalam kunjungan kerja tersebut menjadi harapan bagi masyarakat Kabupaten Sanggau, terutama terkait peningkatan akses jalan, pendidikan, dan air bersih.

Meski demikian, realisasi setiap program tetap bergantung pada tahapan perencanaan, kesiapan administrasi, penganggaran, serta pelaksanaan sesuai ketentuan yang berlaku. Pengawasan dari pemerintah daerah dan lembaga terkait juga diperlukan agar penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan pengawalan usulan dan pengawasan pelaksanaan yang baik, program-program tersebut diharapkan tidak hanya menjadi rencana pembangunan, tetapi dapat diwujudkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat Kabupaten Sanggau.

Sumber : Suara Kalbar.

Asdi AS SE

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *