Example floating
Example floating
News

LUAR BIASA, MABT INDONESIA DIKUKUHKAN, OSO TEKANKAN PELESTARIAN BUDAYA TIONGHOA TAK LEPAS DARI BINGKAI NKRI

161
×

LUAR BIASA, MABT INDONESIA DIKUKUHKAN, OSO TEKANKAN PELESTARIAN BUDAYA TIONGHOA TAK LEPAS DARI BINGKAI NKRI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

*LUAR BIASA, MABT INDONESIA DIKUKUHKAN, OSO TEKANKAN PELESTARIAN BUDAYA TIONGHOA TAK LEPAS DARI BINGKAI NKRI*

Mitratniplri.id. Pontianak, Kalbar. Suyanto Tanjung resmi nahkodai Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Indonesis setelah Ketua Dewan Kehormatan Oesman Sapta Odang melantik dan mengukuhkan kepengurusan MABT Indonesia periode 2025-2030, di Novetel, Selasa (10/2/2026).

Example 300x600

Pengukuhan yang berlangsung meriah itu dihadiri Gubernur Kalbar Ria Norsan dan istrinya yang juga Bupati Mempawah Erlina, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, para pengurus MABT Indonesia, serta tokoh masyarakat lintas etnis di Kalbar dan tamu undangan yang mencapai 550 orang.

“Hari ini Selasa 10 Februari 2026 saya ketua Dewan Kehormatan MABT Indonesia secara resmi melantik dan mengukuhkan saudara-saudari sebagai Dewan Kehormatan, Dewan Penasihat, Dewan Pengawas, Dewan Pakar dan pengurus harian PP MABT Indonesia masa bakti 2025-2030,” kata OSO yang hadir didampingi istri, Serviati Oesman, dan putranya Raja Sapta Ervian.

Dalam arahannya, OSO menegaskan sangat menghormati tokoh-tokoh dan masyarakat dari etnis mana pun yang ada di Indonesia, termasuk Kalbar.

“Saya ucapkan selamat kepada pengurus baru, sesuai sumpah yang diucapkan kalian memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban dan keamanan dan menjaga hubungan baik dengan etnis-etnis yang ada,” tegas OSO yang juga merupakan ketua umum Partai Hanura.

OSO mengatakan bahwa berdirinya MABT Indonesia sebagai organisasi nasional yang berpusat di Kalbar, merupakan tonggak penting dalam perjalanan budaya dan kebinekaan.

“Ini luar biasa. Ini bukan hanya soal organisasi, tetapi soal identitas, sejarah dan kontribusi etnis Tionghoa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkap OSO.

Tokoh nasional kelahiran Sukadana, Kayong Utara, Kalbar, itu juga memberikan penekanan khusus kepada Ketua Umum MABT Indonesia Suyanto Tanjung yang kini mengemban tanggung jawab besar. Dia menegaskan bahwa kini MABT harus membangun cabang di seluruh Indonesia.

Dalam arahannya, OSO menegaskan bahwa Kalbar merupakan contoh nyata daerah yang berhasil menjaga harmoni antar suku dan antar umat beragama

Menurutnya, keberagaman yang ada harus terus dirawat dengan berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Kesan saya sangat bagus dan menarik. Kalimantan Barat menerima segala macam suku bangsa. Yang terpenting adalah menjaga kerukunan kesukuan di mana pun kita berada, karena itulah fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas OSO.

OSO menekankan bahwa pelestarian budaya Tionghoa melalui berbagai agenda kebudayaan tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus menjadi bagian yang menyatu dengan semangat persatuan nasional.

Oso menilai momentum perayaan hari besar keagamaan yang beririsan, seperti Imlek yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan, merupakan simbol kuat kebersamaan dalam keberagaman.

“Ramadan, Imlek, Lebaran—semuanya akan bertemu dalam perputaran waktu. Semua dirayakan dengan gembira dan bahagia. Inilah Indonesia, di mana semua suku dan umat beragama disatukan oleh Pancasila dan UUD 1945,” ujarnya.

OSO juga berharap pengurus Majelis Adat Budaya yang baru mampu menjalankan program secara bertanggung jawab serta aktif menyebarkan nilai-nilai kebangsaan dan persatuan kepada masyarakat luas.

Asdi AS SE

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *