Example floating
Example floating
News

Pers dan Aktivis Perempuan dan Anak mengapresiasi Kapolsek Semarang Utara beserta jajarannya

709
×

Pers dan Aktivis Perempuan dan Anak mengapresiasi Kapolsek Semarang Utara beserta jajarannya

Sebarkan artikel ini

Pers dan Aktivis Perempuan dan Anak mengapresiasi Kapolsek Semarang Utara beserta jajarannya

Example 468x60

Mitratnipolri.id || Jawa tengah – Ibu Romauli Situmorang, Aktivis Perempuan dan Anak sekaligus juga kepala perwakilan harian berita online Jawa Tengah, mengapresiasi Kapolsek Semarang Utara, Kompol Supriyanto, S.H., M.H. serta jajarannya yang telah menanggapi pengaduan Ibu Roma.

Dimana pada hari Jumat, 26 April 2024, ada kunjungan dari Dinas Sosial Kota Semarang ke kantor yang sekaligus rumah kediaman Ibu Roma di Jalan Palgunadi Kelurahan Bulu Lor Kecamatan Semarang Utara.

Example 300x600

Terjadi peristiwa yang mengganggu ketertiban di lingkungan tersebut, dimana ada seorang pemuda yang bernama Agung (26 tahun), bermain petasan di siang hari.

Pemuda tersebut berulang-ulang memainkan mercon/petasan, di sekitar rumah Ibu Roma.

Bapak RT 07/RW 07, Bapak Musafak, keluar dari rumahnya untuk menegur pemuda tersebut agar berhenti bermain petasan/mercon. Karena pemuda tersebut bermain disebelah rumah Pak RT.

Namun, pemuda tersebut tidak mengindahkan teguran RT setempatnya.

Kemudian, setelah kunjungan dari Dinas Sosial Kota Semarang selesai. Ibu Roma kembali mendengar suara petasan.

Ibu Roma keluar dari rumah untuk melihat. Ternyata yang bermain petasan adalah pemuda yang ditegur sebelumnya oleh Pak RT.

Ibu Roma menegur pemuda tersebut dari depan rumahnya. Disaksikan oleh Pak RT.

Namun, pemuda tersebut alih-alih berhenti bermain mercon/petasan, malah pemuda itu mendatangi ibu Roma dan menantang dengan mengucapkan “petasan dijual bebas, kan rumahmu tidak terbakar”.

Kemudian Pak RT mencoba juga untuk mengingatkan pemuda tersebut. Namun, tidak diindahkan.

“Lapor sana, ga takut, ini alamat rumahku”, ujar pemuda tersebut.

Ibu Roma juga merekam video peristiwa tersebut.

Ibu Roma menghubungi AKBP Juliana Bangun sebagai Kasat Binmas Polrestabes Semarang untuk menertibkan pemuda tersebut.

Sambil menunggu kedatangan polisi, ibu Roma masuk ke rumahnya.

Kemudian seorang ibu mendatangi rumah ibu Roma bersama pemuda tersebut.

Bukannya minta maaf malah mengucapkan kata-kata yang menghina. Kemudian mertua pemuda tersebut dan keluarganya yang berjualan Soto di lingkungan RT 07 mendatangi rumah ibu Roma juga.

Bukannya mendorong menantunya minta maaf malah membuat semakin kisruh.

“Wes ga usah minta maaf”, ucapnya mertua pemuda sambil mengajak pergi pemuda tersebut dan keluarganya.

Pak RT melihat perbuatan mereka yang berbicara yang tidak pantas sambil menunjuk-nunjuk Ibu Roma. Pak RT datang dan mereka pergi.

Kasat Binmas Polrestabes Semarang koordinasi dengan Ibu Roma agar menunggu petugas polsek yang akan turun menertibkan seorang pemuda tersebut.

Kemudian 4 orang polisi dari Polsek Semarang Utara tiba di lokasi.

Bertemu dengan ibu Roma dan menanyakan kronologis peristiwa.

Kemudian polisi mendatangi pemuda tersebut.

Setelah polisi mendatangi pemuda tersebut. Ibu Roma melihat pihak kepolisian langsung meninggalkan lokasi tanpa penyelesaian kepada ibu Roma sebagai masyarakat yang mengadukan adanya gangguan keamanan dan ketertiban lingkungan.

Pak RT 07 menghubungi ibu Roma, menanyakan apakah pihak kepolisian yang hadir tadi sudah mengedukasi pemuda tersebut untuk meminta maaf kepada pak RT dan juga ibu Roma.

Karena pemuda tersebut tidak punya niat minta maaf. Maka Ibu Roma mendatangi Polsek Semarang Utara untuk menindaklanjuti penanganan Binmas terkait peristiwa tersebut.

Ibu Roma bersama rekan pers mendatangi Polsek Semarang Utara dan langsung bertemu dengan Kapolsek Semarang Utara.

Menindaklanjuti penanganan peristiwa tersebut, Ibu Roma menghubungi Kapolsek Semarang Utara.

Kapolsek Semarang Utara, mengira aduan tersebut sudah diselesaikan oleh anggotanya. Mendengar hal ini, Kapolsek Semarang Utara langsung turun tangan.

Reserse Pak Malik, bersama timnya membawa pemuda tersebut di Polsek Semarang Utara.

Kamis (2/5/2024), pemuda tersebut bersama ibu, kakak, dan keluarganya meminta maaf kepada RT yang mewakili warga dan juga ibu Roma.

Pemuda tersebut diberikan edukasi agar tidak mengulangi perbuatannya mengingat bermain mercon/petasan di area pemukiman adalah membahayakan diri sendiri dan orang lain, demikian pesan Kapolsek Semarang Utara.

Pemuda tersebut membuat surat pernyataan di atas meterai.

Peristiwa tersebut diselesaikan secara kekeluargaan di ruangan restorasi keadilan Polsek Semarang Utara.

Hal ini menjadi pelajaran dan perhatian kita bersama, bahwa bermain mercon/petasan di area pemukiman sangat mengganggu dan membahayakan orang lain dan juga diri sendiri.

Ketertiban dan keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama sebagai anggota masyarakat.

(BG)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *