Example floating
Example floating
News

Tidak menanggapi konfirmasi Awak Media, Disinyalir Kapolres dan Satlantas Polres Kampar Ikut Serta dan Mendapatkan Bagian dari Program Voucher Pelatihan Fiktif

2743
×

Tidak menanggapi konfirmasi Awak Media, Disinyalir Kapolres dan Satlantas Polres Kampar Ikut Serta dan Mendapatkan Bagian dari Program Voucher Pelatihan Fiktif

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Mitratnipolri.com || Kampar. Jumat 26/7/2024. Program keselamatan berkendara dalam bentuk voucher 1 pembeli 1 pelatihan yang mana itu dapat diperoleh masyarakat saat menjadi konsumen atau pembelian kendaraan unit baru dari segala jenis type kendaraan. Baik itu kendaraan roda 2 maupun roda 4 dan roda 6 keatas. Voucher ini akan diterima masyarakat di dealer-dealer tempat masyarakat membeli kendaraan.

Pada tanggal 4 & 11 Juni 2014 sebelum program ini dijalankan sudah ada pertemuan antara perwakilan dealer, perwakilan sekolah mengemudi RSDC, dan perwakilan Ditlantas Polda Riau.

Example 300x600

 

Pada pertemuan tersebut para pihak sepakat mendukung program ini dan disepakati besaran biaya per lembar voucher pelatihan tersebut: kendaraan R2 sebesar Rp 300.000, kendaraan R4 dan R6 sebesar Rp 500.000. Program ini dimulai per tanggal 23 Juni 2014 sesuai tanggal daftar di Samsat.

 

Mekanisme alur pendistribusian voucher pelatihan di Polres Kampar sebagai berikut: voucher pelatihan di cap logo RSDC/ISDC tanggal dan harganya berdasarkan jumlah yang di minta dari Satlantas Polres Kampar, kemudian voucher yang dikirim ke Satlantas Polres Kampar tertuju kepada Kasat Lantas Polres Kampar lalu diteruskan kepada Kanit Resident dan kemudian dilanjutkan ke Baur BPKB ataupun STNK. Dari Satlantas Polres Kampar didistribusikan ke semua dealer-dealer yang ada di wilayah Kabupaten Kampar dan yang terdaftar disana. Kemudian sampai di dealer barulah voucher pelatihan diberikan kepada konsumen yang membeli kendaraan unit baru. Sekaligus saat konsumen menerima STNK. Setelah voucher diterima oleh konsumen, konsumen datang ke RSDC/ISDC Riau membawa voucher pelatihan untuk mengikuti pelatihan safety riding di Satpas Polres Kampar saat team RSDC/ISDC Riau datang dalam kunjungan RSPP ke Polres Kampar sesuai timeline.

 

Dan pada tanggal 30 Juni 2014 grand opening program 1 pembeli 1 pelatihan dilakukan oleh Kapolda Riau.

 

Berdasarkan penelusuran awak media globalinformasi.com:

“Tahun 2017 saya beli motor Beat di dealer Bangkinang bang, tapi gak ada dapat voucher kayak itu do bang. Buku pelatihan kayak yang abang bilang itu juga ndak ada do bang. Kamipun ndak ada di kasi tau orang dealer ada program itu bang, kalau seperti itu berarti kami di bongak-bongak kan lah bang”. Ungkap (RK) masyarakat Kampar.

 

“Tahun 2019 saya beli motor supra X di Bangkinang. Saya ada di kasi voucher itu pak, awalnya saya pikir voucher itu bisa untuk buat SIM pak, tapi kata orang dealer nya gak bisa. Di voucher nya ada tulisan Rp 300.000, berarti harganya segitu pak. Mahal kali itu pak. Saya minta uang saya kembali aja pak, kata orang dealer nya gak bisa do. Jadi saya merasa kayak di paksa gitu pak, Rp 300.000 itu kerja 1 minggu saya motong  getah pak”, jelas Ibu (MS) masyarakat Kampar.

 

Berdasarkan data, bahwa program voucher pelatihan sudah berjalan sejak Juni 2014 hingga sekarang. Rekapan uang voucher pelatihan di rekap setiap harinya oleh biro jasa di Samsat. Uang voucher pelatihan tersebut bernilai puluhan hingga ratusan juta Rupiah setiap hari nya. Dalam tulisan tangan oknum biro jasa menuliskan rekapan voucher pelatihan dengan nilai Rp 126.600.000, dalam tulisan itu tampak bagi 2 dengan masing-masing pembagian Rp 63.300.000. Rekapan voucher pelatihan per tanggal 14 November 2023 senilai Rp 220.400.000 dan pada tulisan tangan tersebut juga tampak dituliskan bagi 2. Dalam hal ini disinyalir bahwa pembagian tersebut dibagi 2 bersama dengan oknum Kapolres dan anggota Satlantas polres Kampar.

 

Terkait hal ini awak media globalinformasi.com mecoba meminta konfirmasi kepada Kapolres dan anggota Satlantas polres Kampar yang pada tahun 2017 menerima paketan voucher dari ISDC Riau yang pada saat itu berpangkat Bripka atas nama Frengki, namun hingga berita ini masuk ke meja Redaksi yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan.

Program voucher pelatihan patut di duga bukan suatu program, melainkan bisnis.

Team globalinformasi.com

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *