Example floating
Example floating
News

Polsek Jajaran Polres Melawi Gencarkan Patroli dan Himbauan Cegah Aktivitas PETI

105
×

Polsek Jajaran Polres Melawi Gencarkan Patroli dan Himbauan Cegah Aktivitas PETI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

*Polsek Jajaran Polres Melawi Gencarkan Patroli dan Himbauan Cegah Aktivitas PETI*

Example 300x600

*Mitratnipolri.id Melawi, Kalbar.* Polres Melawi Polda Kalbar– Polsek jajaran Polres Melawi terus menggencarkan kegiatan patroli dan himbauan kepada masyarakat di wilayah hukumnya terkait aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI).

 

Langkah ini dilakukan sebagai upaya preemtif dan preventif untuk mencegah terjadinya aktivitas pertambangan ilegal yang berpotensi merusak lingkungan serta melanggar ketentuan hukum yang berlaku.

 

Kapolsek Kota Baru Iptu Edi Harianto mengatakan kegiatan patroli dan himbauan PETI merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

 

“Kegiatan patroli dan himbauan PETI merupakan upaya preemtif dan preventif yang dilaksanakan oleh anggota Polsek untuk mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Kami juga berharap kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mematuhi aturan hukum yang berlaku, khususnya terkait kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI),” ujarnya. Kamis (19/02).

 

Dalam pelaksanaannya, personel Polsek menyambangi sejumlah titik yang rawan dijadikan lokasi aktivitas PETI serta berdialog langsung dengan masyarakat. Petugas memberikan pemahaman tentang dampak negatif pertambangan ilegal, mulai dari pencemaran sungai, kerusakan lahan, hingga ancaman sanksi pidana bagi pelaku.

 

Polres Melawi melalui Polsek jajaran menegaskan bahwa kegiatan patroli dan himbauan akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bentuk keseriusan dalam menekan angka aktivitas pertambangan emas tanpa izin di Kabupaten Melawi.

 

Humas Res Mlw (Arb).

 

Asdi AS SE

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*APMS 67.787.01 Nanga Semangut Diduga Tak Transparan, Distribusi BBM Dipertanyakan!* Mitratnipolri. id. Kapuas Hulu, Kalimantan Barat – Aktivitas penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Nanga Semangut, Kecamatan Mentebah, Kabupaten Kapuas Hulu, menuai sorotan publik. SPBU/APMS bernomor 67.787.01 yang berada di jalur strategis Tekalong–Putussibau diduga tidak menjalankan pelayanan secara terbuka kepada masyarakat sebagaimana ketentuan yang berlaku. Berdasarkan hasil pantauan di lapangan pada Rabu (29/04/2026) sekitar pukul 10.47 WIB, kondisi SPBU terlihat tertutup tanpa adanya aktivitas pelayanan kepada masyarakat umum. Namun demikian, di sekitar lokasi tampak sejumlah jeriken yang diduga berisi BBM, sehingga memunculkan indikasi adanya aktivitas distribusi yang tidak dilakukan melalui mekanisme resmi. Sejumlah warga setempat mengaku kesulitan memperoleh BBM secara langsung dari SPBU tersebut. Mereka menduga adanya praktik penyaluran tertutup yang tidak melalui antrean kendaraan sebagaimana prosedur umum, melainkan melalui jalur alternatif seperti akses sungai atau jalur tidak resmi lainnya. “Kalau datang langsung sering tutup, tapi BBM tetap ada yang keluar. Kami tidak tahu lewat jalur mana,” ungkap seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat, terutama terkait potensi penyalahgunaan distribusi BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi kebutuhan publik secara merata. Terlebih, wilayah pedalaman seperti Kapuas Hulu sangat bergantung pada akses BBM untuk mendukung aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pengelola SPBU berinisial TM melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan resmi. Masyarakat berharap adanya tindakan cepat dan tegas dari pihak terkait, termasuk PT Pertamina (Persero) serta instansi pengawas distribusi energi, guna memastikan penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran. Selain itu, pengawasan yang lebih ketat dinilai penting untuk mencegah praktik penyimpangan yang berpotensi merugikan masyarakat luas. Jika terbukti terdapat pelanggaran, warga mendesak agar aparat penegak hukum segera mengambil langkah hukum sesuai aturan yang berlaku. Apabila dugaan tersebut terbukti, maka dapat dikenakan beberapa ketentuan hukum sebagai berikut: Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Pasal 53 huruf b: Setiap orang yang melakukan niaga BBM tanpa izin usaha yang sah dapat dipidana. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (perubahan UU Migas) Mengatur ketentuan perizinan dan distribusi BBM agar tepat sasaran dan transparan. Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM Mengatur tata cara distribusi BBM bersubsidi agar tidak disalahgunakan. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 372 (Penggelapan): Jika terdapat indikasi penyalahgunaan distribusi untuk keuntungan pribadi. Pasal 378 (Penipuan): Jika terdapat unsur manipulasi atau praktik curang dalam distribusi. Warga masyarakat setempat berharap aparat penegak hukum khususnya Kapolres Kapuas Hulu melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap SPBU APMS tersebut guna memastikan Dugaan pendayagunaan bbm subsidi tersebut. Tim Liputan
News

*APMS 67.787.01 Nanga Semangut Diduga Tak Transparan, Distribusi…