Example floating
Example floating
News

FESTIVAL CAP GO MEH 2577 KONGZILI RESMI DI BUKA, PONTIANAK KEMBALI SEMARAK

111
×

FESTIVAL CAP GO MEH 2577 KONGZILI RESMI DI BUKA, PONTIANAK KEMBALI SEMARAK

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

*FESTIVAL CAP GO MEH 2577 KONGZILI RESMI DI BUKA, PONTIANAK KEMBALI SEMARAK*

*Mitratnipolri.id. Pontianak, Kalbar. — Suasana di Jalan Diponegoro kembali semarak. Pekan Promosi dan Kuliner resmi menjadi pembuka rangkaian Festival Cap Go Meh 2577 Kongzili yang tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Sebanyak 55 stan UMKM ambil bagian dalam perhelatan tahunan tersebut.

Example 300x600

Peresmian dilakukan langsung oleh Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, yang menegaskan bahwa Festival Cap Go Meh bukan sekadar agenda budaya, tetapi juga cerminan kuatnya toleransi dan harmoni di Kota Pontianak.

“Ini menjadi sinyal bahwa kota ini ramah bagi siapa pun yang ingin berkreasi dan berkarya. Atraksi disesuaikan dengan kondisi saling menghormati agama lain, khususnya bulan suci Ramadan,” ujarnya.

*Harmoni di Tengah Keberagaman*

Penyelenggaraan Festival Cap Go Meh 2577 Kongzili tahun ini menjadi simbol nyata bagaimana keberagaman tumbuh berdampingan dalam ruang saling menghargai. Pemerintah Kota memastikan seluruh rangkaian acara dikemas dengan mempertimbangkan suasana Ramadan, sehingga tidak mengganggu kekhusyukan ibadah umat Muslim.

Sebagai kota perdagangan dan jasa, Pontianak memandang kebudayaan sebagai aset strategis. Festival ini dinilai mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif, memperkuat promosi wisata, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelibatan pelaku UMKM lokal.

Pekan Promosi dan Kuliner yang digelar di sepanjang Jalan Diponegoro menjadi ruang interaksi ekonomi sekaligus sosial, menghadirkan ragam produk kuliner, kerajinan, dan usaha kreatif khas Pontianak.

Penyesuaian Jadwal demi Menghormati Ramadan
Ketua Panitia Festival Cap Go Meh Pontianak, Hendri Pangestu Lim, menyampaikan bahwa seluruh agenda telah diatur sedemikian rupa agar tetap menghormati umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa.

Agenda “Buka Mata” akan dilaksanakan pada 1 Maret 2026 pukul 06.00 WIB di Klenteng Kwang Tie Bio, melibatkan 49 naga sebagai bagian dari tradisi ritual pembuka.

Sementara itu, puncak acara berupa arakan Naga Bersinar akan digelar pada 3 Maret 2026 di sepanjang Jalan Gajahmada. Waktu pelaksanaan digeser menjadi pukul 21.00 WIB untuk menghormati pelaksanaan salat Tarawih.

“Naga bersinar mulai jam sembilan malam, karena menghormati saudara Muslim kita yang tarawih. Rutenya dimulai dari depan Hotel Avara sampai Jalan Budi Karya,” jelas Hendri.

Rute pawai tahun ini juga dibuat lebih pendek dan terpusat pada satu ruang pertunjukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat selesai sebelum waktu sahur.

*Ikon Wisata dan Penggerak Ekonomi*

Festival Cap Go Meh telah lama menjadi ikon wisata Kota Pontianak, menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara. Tahun ini, pesan yang ingin ditegaskan bukan hanya soal kemeriahan budaya, tetapi juga tentang toleransi yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota bersama panitia mengajak seluruh warga untuk menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan selama rangkaian festival berlangsung.

Di tengah Ramadan, semarak Cap Go Meh 2577 Kongzili menjadi bukti bahwa Pontianak tetap mampu merawat keberagaman dalam balutan harmoni, sekaligus menggerakkan roda ekonomi rakyat melalui kolaborasi budaya dan UMKM.

Asdi AS SE

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *