*MOMENTUM GAWAI DAYAK, RIBUAN TURIS MALAYSIA SERBU KALBAR LEWAT PLBN ENTIKONG*
Mitratnipolri.id. Sanggau, Kalbar.– Momentum libur Gawai Dayak 2026 membawa berkah bagi sektor pariwisata Kalimantan Barat. Ribuan warga dari Sarawak, Malaysia Timur, memanfaatkan masa liburan untuk berkunjung ke berbagai destinasi wisata di Kalbar, terutama ke Pontianak dan Singkawang.
Meningkatnya nilai tukar ringgit Malaysia terhadap rupiah disebut menjadi salah satu faktor yang mendorong tingginya minat wisatawan Malaysia berbelanja dan berwisata ke Indonesia. Kondisi tersebut membuat biaya perjalanan dan pengeluaran selama berada di Kalbar dinilai lebih ekonomis bagi wisatawan asal negeri jiran.
Arus kedatangan wisatawan terlihat padat di Pos Lintas Batas Negara Entikong. Pada Sabtu (31/5/2026), tercatat lebih dari 1.000 warga Malaysia memasuki wilayah Indonesia melalui pintu perbatasan tersebut.
Sebagian besar wisatawan memilih Pontianak dan Singkawang sebagai tujuan utama. Selain jaraknya yang relatif dekat dari Sarawak, kedua kota tersebut menawarkan beragam destinasi menarik mulai dari wisata kuliner, pusat perbelanjaan, wisata budaya, hingga tempat rekreasi keluarga.
Pariwisata dan UMKM Ikut Terdongkrak
Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara ini memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah. Tingkat hunian hotel meningkat, restoran dan pusat kuliner ramai dikunjungi, sementara pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut merasakan peningkatan transaksi selama periode libur Gawai.
Aktivitas wisata belanja juga menjadi salah satu daya tarik utama. Banyak wisatawan Malaysia memanfaatkan kunjungan mereka untuk membeli berbagai kebutuhan rumah tangga, produk makanan, hingga oleh-oleh khas Kalimantan Barat.
Hubungan Sosial dan Ekonomi Perbatasan Semakin Kuat
Ramainya arus kunjungan di PLBN Entikong menunjukkan eratnya hubungan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Momen Gawai Dayak yang menjadi tradisi tahunan masyarakat Dayak di kedua wilayah turut memperkuat interaksi lintas negara tersebut.
Selain sebagai ajang silaturahmi dan wisata, peningkatan mobilitas masyarakat perbatasan juga menjadi indikator penting tumbuhnya aktivitas ekonomi yang saling menguntungkan antara Kalimantan Barat dan Sarawak.
Dengan tingginya kunjungan wisatawan selama libur Gawai, sektor pariwisata Kalbar diharapkan terus berkembang dan mampu menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah, khususnya bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan pada sektor jasa, perdagangan, dan pariwisata.
Asdi AS SE

















