Example floating
Example floating
News

Proyek Penanganan Banjir Ruas Sei Pinyuh–Sebadu Senilai Rp17,3 Miliar Disorot, Warga Minta Transparansi*

43
×

Proyek Penanganan Banjir Ruas Sei Pinyuh–Sebadu Senilai Rp17,3 Miliar Disorot, Warga Minta Transparansi*

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

*Proyek Penanganan Banjir Ruas Sei Pinyuh–Sebadu Senilai Rp17,3 Miliar Disorot, Warga Minta Transparansi*

Mitratnipolri.id. Mempawah, Kalbar – Proyek Penanganan Banjir (Peninggian Badan Jalan) pada ruas Sei Pinyuh–Sebadu, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, menjadi perhatian publik.

Example 300x600

Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026 tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp17,3 miliar dan saat ini tengah dalam tahap pelaksanaan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, proyek tersebut merupakan kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah I Kalimantan Barat.

Pekerjaan dilaksanakan oleh PT. Lonada Sinar Hikmat setelah memenangkan proses pengadaan melalui metode E-Purchasing.

Dengan total pagu anggaran sebesar Rp18 miliar, proyek ini dikontrakkan selama 365 hari kalender.

Namun, besarnya nilai kontrak untuk penanganan ruas jalan yang diperkirakan hanya sekitar 500 meter menimbulkan berbagai tanggapan di tengah masyarakat.

Sejumlah warga menilai nilai anggaran tersebut cukup besar dibandingkan panjang ruas jalan yang ditangani. Mereka berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai rincian pekerjaan, spesifikasi teknis, serta komponen biaya yang menjadi dasar perhitungan anggaran proyek.

Meski menuai sorotan, proyek tersebut juga mendapat dukungan dari masyarakat yang selama ini terdampak banjir di kawasan tersebut. Warga Sungai Pinyuh dan Anjongan menyambut baik upaya pemerintah dalam menangani titik rawan banjir yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah atas penanganan proyek ini. Lokasi ini sudah puluhan tahun menjadi langganan banjir dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat,” ungkap salah seorang warga kepada awak media saat ditemui di lokasi, Minggu (27/04).

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan bahwa pekerjaan proyek saat ini masih berlangsung. Masyarakat berharap pelaksanaan proyek dapat berjalan sesuai rencana, tepat waktu, serta menghasilkan kualitas pekerjaan yang mampu memberikan solusi jangka panjang terhadap permasalahan banjir di ruas jalan tersebut.

Selain itu, warga juga meminta agar pengawasan terhadap proyek dilakukan secara ketat guna memastikan penggunaan anggaran negara berjalan efektif, transparan, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Asdi AS SE

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *