Example floating
Example floating
News

Viral, Air Keruh Mengalir: Warga Pertanyakan Standar SPAM

90
×

Viral, Air Keruh Mengalir: Warga Pertanyakan Standar SPAM

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

*Viral, Air Keruh Mengalir: Warga Pertanyakan Standar SPAM*

Mitratnipolri.id. Pontianak, Kalbar .— Keluhan terhadap buruknya kualitas air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Khatulistiwa Kota Pontianak kembali mencuat. Warga yang bermukim di kawasan jalan paralel Sungai Jawi, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota, mengaku menerima air PDAM yang keruh, berlumpur, dan berbau, sehingga dinilai tidak layak digunakan untuk kebutuhan dasar sehari-hari.

Example 300x600

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh M. Yani, Ketua RW 01 Sungai Jawi, saat diwawancarai awak media.

Menurut M. Yani, kondisi air PDAM yang tidak layak tersebut telah berlangsung selama sekitar satu pekan terakhir dan sangat mengganggu aktivitas warga, termasuk mandi, mencuci, dan kebutuhan sanitasi lainnya.

“Warga kami mengeluhkan kondisi air PDAM yang keruh dan berlumpur sejak seminggu ini. Airnya tidak layak digunakan, bahkan untuk mandi pun sangat terganggu,” ujar M. Yani.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa kondisi serupa juga dialami di rumah pribadinya.

“Bak air kamar mandi di rumah saya sekarang tinggal lumpurnya saja. Tidak bisa dibersihkan karena air yang masuk tetap kotor,” tambahnya.

Bayar Tagihan, Tapi Tak Dapat Air Bersih Sebagai pelanggan yang rutin membayar tagihan bulanan, warga mengaku kecewa dengan layanan yang diterima. Menurut M. Yani, kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai kualitas produksi dan distribusi air PDAM.

“Kami ini konsumen, kami bayar untuk mendapatkan air bersih yang layak. Tapi kenyataannya air yang kami terima kuning, keruh, bahkan berbau. Ini tentu sangat mengecewakan,” tegasnya.

Ia menambahkan, warga tidak memiliki alternatif sumber air lain selain PDAM.

“Mau tidak mau, warga terpaksa menggunakan air PDAM meski kondisinya keruh dan berbau, karena memang tidak ada sumber air lain,” katanya.

Kualitas air juga disebut tidak konsisten. Air terkadang jernih, namun dalam waktu singkat kembali berubah menjadi keruh.

Keluhan Meluas ke Wilayah Lain
Keluhan serupa juga disampaikan warga Jalan Veteran Gang Ilham. Seorang warga berinisial HASIKIN menyebut aliran air PDAM sering tersendat, tidak normal, bahkan kotor dan berbau.

“Air PDAM sering tidak lancar. Kondisi ini sangat mengganggu aktivitas kami sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, gangguan air tersebut berdampak langsung pada kebutuhan dasar masyarakat.

*Perusahaan di Tanjung Hulu Alami Gangguan Usai Penggantian Meteran*

Selain permukiman warga, gangguan distribusi air juga dialami salah satu perusahaan pergudangan di kawasan Tanjung Hulu (identitas tidak disebutkan). Berdasarkan keterangan pihak internal perusahaan, sejak dilakukan penggantian meteran PDAM (peremajaan), aliran air ke gudang menjadi tersendat, bahkan sering mati, terutama pada jam kerja.

Kondisi tersebut telah berlangsung hampir dua bulan terakhir. Padahal, kebutuhan air di gudang tersebut cukup tinggi dan sesuai dengan golongan pelanggan yang dimiliki.

Menariknya, setelah pergantian meteran, tagihan air justru menurun drastis, dari biasanya di atas Rp1 juta per bulan menjadi sekitar Rp500 ribu.

*Situasi ini memunculkan pertanyaan:*

Apakah terjadi efisiensi sepihak dalam distribusi air oleh PDAM tanpa pemberitahuan kepada pelanggan?

*LSM: Ada Indikasi Masalah Produksi dan Distribusi.*

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Kusnandar Darmawi, S.Psi, dari LSM Tindak Indonesia, menyebutkan bahwa berdasarkan hasil investigasi lapangan dan keterangan masyarakat, penggantian meteran serta peremajaan jaringan PDAM di Kota Pontianak justru memicu keluhan sosial yang meluas.

“Hasil investigasi kami menunjukkan bahwa setelah peremajaan meteran PDAM, justru banyak muncul keluhan masyarakat. Padahal, sarana dan prasarana air minum di Kota Pontianak hampir setiap tahun mendapatkan alokasi anggaran,” ujar Kusnandar.

Ia menguraikan sejumlah persoalan yang kerap terjadi dalam sektor produksi dan distribusi air, antara lain:

*Produksi air berkurang atau fluktuatif*

Kualitas air rendah, seperti keruh dan tidak layak konsumsi, Gangguan distribusi akibat keterbatasan air baku maupun faktor teknis, Tingginya Non-Revenue Water (NRW) atau kehilangan air, yang sering disebabkan oleh pipa tua berusia di atas 30 tahun.

Menurutnya, persoalan air minum di Indonesia secara umum tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyangkut tata kelola dan pengawasan.

“Di banyak daerah, persoalan air minum akhirnya berujung pada audit investigatif oleh BPK. Ini menunjukkan bahwa sektor air minum sangat rentan terhadap inefisiensi dan penyimpangan,” katanya.

*Standar SPAM dan Tuntutan Transparansi*

Sebagaimana diketahui, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang dikelola PDAM wajib memenuhi standar kuantitas, kualitas, dan kontinuitas. Air baku yang berasal dari sungai, danau, bendungan, atau mata air harus melalui proses pengolahan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) sebelum didistribusikan ke pelanggan.

Namun fakta di lapangan menunjukkan tantangan serius, mulai dari penuaan infrastruktur hingga tingginya kehilangan air yang secara nasional rata-rata mencapai 33,24 persen, jauh di atas batas ideal 20 persen.

*Warga Desak PDAM Klarifikasi dan Perbaikan*

Warga Sungai Jawi dan wilayah lain yang terdampak berharap PDAM Kota Pontianak segera memberikan klarifikasi resmi, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem produksi dan distribusi, serta memastikan air yang disalurkan benar-benar layak digunakan.

“Kami hanya ingin air bersih yang normal. Jangan sampai masyarakat dirugikan terus-menerus,” pungkas Hasikin.

Hingga berita ini diterbitkan, PDAM Kota Pontianak belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi demi menjaga prinsip keberimbangan informasi.

Tim liputan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *