Example floating
Example floating
News

PEMPROV KALBAR DUKUNG PENUH PROYEK KERETA API KALIMANTAN, DIYAKINI TEKAN BIAYA LOGISTIK DAN PERKUAT PELABUHAN KIJING*

26
×

PEMPROV KALBAR DUKUNG PENUH PROYEK KERETA API KALIMANTAN, DIYAKINI TEKAN BIAYA LOGISTIK DAN PERKUAT PELABUHAN KIJING*

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

*PEMPROV KALBAR DUKUNG PENUH PROYEK KERETA API KALIMANTAN, DIYAKINI TEKAN BIAYA LOGISTIK DAN PERKUAT PELABUHAN KIJING*

Mitratnipolri.id. Pontianak, Kalbar. – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menyatakan kesiapan untuk mendukung pembangunan jalur kereta api di Pulau Kalimantan apabila proyek tersebut direalisasikan oleh pemerintah pusat. Infrastruktur ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menekan biaya logistik di Kalimantan.

Example 300x600

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalbar, Linda Purnama, mengatakan dukungan tersebut disampaikan setelah adanya pembahasan bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dalam audiensi yang dipimpin Wakil Gubernur Kalbar beberapa waktu lalu.

“Kereta api ini nantinya bukan hanya mendukung konektivitas yang lebih ekonomis di Kalimantan, tetapi juga mempercepat mobilitas logistik,” ujar Linda kepada wartawan Pontianak Post, Jumat (29/5/2026).

Saat ini pemerintah pusat tengah menyiapkan rencana pembangunan jaringan kereta api sepanjang 2.772 kilometer di Pulau Kalimantan sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi nasional hingga tahun 2045.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan bahwa proyek tersebut masih berada dalam tahap perencanaan dan penghitungan lintas kementerian.

“Rencana pembangunan jalur kereta api di Kalimantan masih kami hitung dan rencanakan secara matang,” kata AHY usai rapat koordinasi pengembangan jaringan kereta api nasional di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta, pada Rabu (22/4/2026).

Menurut AHY, pembangunan jaringan kereta api sangat penting untuk memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Kalimantan yang hingga saat ini belum memiliki jalur rel aktif yang terintegrasi.

Pemprov Kalbar berharap pembangunan jalur kereta api tersebut dapat dimulai dari wilayah Kalimantan Barat. Langkah ini dinilai strategis untuk mendukung operasional Pelabuhan Internasional Kijing sekaligus memperkuat distribusi logistik dari kawasan industri dan wilayah pedalaman menuju pelabuhan ekspor.

Linda menjelaskan bahwa keberadaan jalur kereta api akan membantu distribusi komoditas dalam jumlah besar dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan ketergantungan penuh pada angkutan jalan darat.

“Dengan adanya kereta api, konektivitas antarwilayah akan semakin kuat,” jelasnya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan sektor pertambangan dan penggalian Kalimantan Barat tumbuh sebesar 34,14 persen pada Triwulan I Tahun 2026. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh komoditas unggulan seperti bauksit dan alumina yang membutuhkan dukungan sistem distribusi logistik dalam skala besar.

Pengamat Transportasi Intermoda Kalbar, Syarif Usmulyani Alqadrie, menilai pembangunan kereta api menjadi kebutuhan penting untuk menciptakan sistem transportasi yang lebih efisien dan terintegrasi di Kalimantan Barat.

Menurutnya, pengangkutan logistik dalam jumlah besar akan jauh lebih efektif menggunakan moda kereta api dibandingkan terus bergantung pada kendaraan berat yang melintasi jalur darat.

“Diperlukan percepatan pembangunan transportasi yang saling terhubung dan terintegrasi,” ujarnya kepada Pontianak Post di Pontianak.

Ia menambahkan, jalur kereta api nantinya dapat menjadi tulang punggung distribusi komoditas menuju Pelabuhan Kijing dan kawasan industri di wilayah pesisir Kalimantan Barat.

Sementara itu, Akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Dr. Eng. Akbar Rahman, menilai pembangunan kereta api di Kalimantan sangat memungkinkan secara teknis, termasuk pada wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.

Menurutnya, teknologi konstruksi rel di kawasan gambut telah tersedia dan digunakan di berbagai negara, sehingga tantangan utama proyek ini bukan terletak pada aspek teknis, melainkan pada kepastian kebijakan serta kesiapan pembangunan.

“Rekayasa konstruksi di wilayah gambut sudah tersedia, mulai dari sistem pancangan hingga pendekatan teknis lainnya,” ujarnya.

Dengan dukungan pemerintah daerah, kalangan akademisi, serta kebutuhan logistik yang terus meningkat, proyek Kereta Api Kalimantan diharapkan dapat menjadi salah satu infrastruktur strategis yang mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat konektivitas, dan meningkatkan daya saing Kalimantan di tingkat nasional maupun internasional.

Asdi AS SE

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *